Dulu Kue Primadona, Kini Peminatnya hanya Warga Banyuwangi Selatan

0
2100

“Dulu itu ramai, sekarang ini jajannya sedikit-sedikit  tapi bermacam-macam,” kata Marifatun yang memulai membuat opak gulung ini sejak tahun 1980-an. Tenaga kerja yang membantu pun juga tidak sebanyak dulu. Saat ini, dia hanya ditemani oleh dua orang tetangganya.

Loading...

Kalau puluhan tahun lalu, warga yang ikut membantunya itu mencapai delapan orang. Selain itu, cetakan yang dipakai juga cukup banyak. “Dulu itu membuatnya banyak dan memakai cetakan yang melingkar,” ujarnya.

Saat jajan opak gulung masih menjadi primadona, beberapa toko jajan di Kota Genteng datang untuk melihat dan meminta resepnya. “Toko Timbul Jaya itu dulu ke sini, dan kita jual di sana. Mereka minta resep, ya kita beri dan tidak ada yang dirahasiakan,” ucapnya.

Marifatun menyebut pembuatan opak gulung itu hasil warisan dari orang tuanya. Orang tuanya juga mendapat keterampilan ini dari neneknya. “Jadi pembuatan jajan ini hasil warisan,” jelasnya. Meski sudah mulai meredup, warga yang memesan jajan opak gulung masih dianggap ramai.

Warga yang masih langganan itu, berasal dari Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Bangorejo, Kecamatan Siliragung, dan Kecamatan Pesanggaran. “Yang banyak pesan itu dari daerah selatan,” sebutnya. Warga yang tinggal di Dusun Jalen, Desa Setail, yang membuat jajan opak gulung tidak hanya Marifatun. Tidak jauh dari rumahnya, juga ada warga yang memproduksi kue ini.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last