Dulu Kue Primadona, Kini Peminatnya hanya Warga Banyuwangi Selatan

0
1760

“Ada yang beli, ada yang memesan, terserah mereka,” terang Marifatun. Dalam membuat jajan opak gulung
itu sehari bisa menyelesaikan satu gembreng atau jika dihitung sekitar 700 biji opak. Bisa dibayangkan, jika pemesanan melebihi 30 gembreng, proses pembuatan harus dimulai jauh hari sebelum Ramadan.

“Satu orang itu dalam sehari dapat satu gambreng,” ucapnya. Jajan opak gulung itu dulu pernah populer, warga banyak yang datang untuk memesan. Saking banyaknya pesanan pengiriman jajan ke pemesan itu sampai menggunakan truk. Tapi, seiring waktu jumlah pemesan pun berkurang.

“Dulu itu ramai, sekarang ini jajannya sedikit-sedikit  tapi bermacam-macam,” kata Marifatun yang memulai membuat opak gulung ini sejak tahun 1980-an. Tenaga kerja yang membantu pun juga tidak sebanyak dulu. Saat ini, dia hanya ditemani oleh dua orang tetangganya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Latihan Sea Survival dan SAR Digelar di Selat Bali