Beranda Kesehatan Galakkan Layanan Imunisasi Dewasa

Galakkan Layanan Imunisasi Dewasa

0
408
IMUNISASI: Suntikan vaksinasi diberikan dr. Suryadinata kepada seorang pasien di RS Al Huda.
IMUNISASI: Suntikan vaksinasi diberikan dr. Suryadinata kepada seorang pasien di RS Al Huda.

Efektif Cegah Penyakit, Kurangi Angka Kesakitan


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMBIRAN–Rumah Sakit (RS) Al Huda menggalakkan pencegahan penyakit influenza, hepatitis B, tetanus, meningitis, typhoid, pneumonia, dan kanker serviks (leher rahim) melalui layanan imunisasi dewasa. Selain berfungsi sebagai salah satu usaha pencegahan penyakit yang paling sukses dan efektif, imunisasi juga terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian masyarakat.

Kepala Instalasi Rawat Jalan RS Al Huda dr. Suryadinata mengatakan, imunisasi merupakan suatu usaha untuk merangsang kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Hal itu dapat dilakukan untuk orang dewasa yang menginginkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tertentu. “Sekilas memang terkesan sedikit mahal, namun sebenarnya biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding jika terserang penyakit dan harus berobat ataupun harus rawat inap,” terangnya.

Dijelaskan, klinik rawat jalan RS Al Huda memberikan pelayanan imunisasi dewasa. Mulai dari konseling yang bertujuan membantu menentukan jenis vaksin yang akan digunakan, pemeriksaan laboratorium jika diperlukan, sampai tindakan pemberian imunisasi. Terkait dengan vaksin, Surya menjelaskan, vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif dan meningkatkan imunitas tubuh terhadap suatu penyakit. “Sehingga tubuh dapat segera membuat antibodi, yang di kemudian hari dapat mencegah atau kebal dari penyakit tersebut,” tuturnya.

Loading...

Sedangkan untuk menilai apakah seseorang memerlukan jenis vaksinasi tertentu, lanjut Surya, harus dilihat dari beberapa faktor. Di antaranya, kesehatan, usia, gaya hidup, dan pekerjaan. Faktor kesehatan yang perlu dipertimbangkan, misalnya penyakit kronis yang diderita pasien. Seperti penyakit diabetes, jantung, kanker, hepatitis, dan lainnya. Kondisi kehamilan, riwayat STD (sexually transmitted disease atau penyakit seks menular), dan penurunan imunitas termasuk HIV, juga harus dipertimbangkan.“Kelompok  ini rentan terkena berbagai penyakit, karena sistem kekebalan tubuh yang menurun,” jelasnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!