Gandrung Semalam Suntuk di Balai Dusun Klatakan, Singojuruh

0
859

gandrungAda Generasi 1955, Gandrung 1980, dan Penari 2010


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMELAN yang sudah tertata rapi sejak sore itu akhirnya berbunyi. Lengkingan khas mengawali atraksi jejer gandrung yang ditampilkan sepuluh pasang penari cilik. Gerak gemulai para penari cilik tersebut memukau para warga yang sudah lama menunggu mereka. Penampilan yang diiringi hentakan kendang itu merupakan prakegiatan warga Dusun Klatakan, Desa Singojuruh, malam itu. Malam itu merupakan malam yang istimewa bagi warga Dusun Kalatakan, Desa Singojuruh. Rasa gembira menyelimuti sebagian besar warga.

Hal itu tidak berlebihan karena bangunan balai Dusun Klatakan berbentuk joglo itu bakal diresmikan. Bangunan itu menjadi simbol kebanggaan warga setempat. Bangunan hasil swadaya warga itu sengaja diresmikan bersamaan dengan pergelaran gandrung semalam suntuk di tempat tersebut. Meski di Banyuwangi sering dipentaskan tari gandrung, tapi gandrung yang dihelat secara utuh bisa dibilang sudah sangat jarang. Bagi para pemerhati seni Banyuwangi, malam itu merupakan malam yang tidak akan dilupakan. 

Pergelaran yang diprakarsai akademisi yang juga Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Profesor Doctor Sri Hastanto, S. Ker dengan masyarakat Singojuruh itu tidak tanggung-tanggung. Para punggawa gandrung Banyuwangi dari tiga generasi tampil bersama malam itu. Temu dan Darti mewakili generasi 1955. Generasi yang mewakili angkatan 1980 adalah Supinah, Sunasih, dan Lilik. Yang paling muda adalah generasi gandrung 2010, yakni Mia dan Een.

Penonton pementasan malam itu bisa menyaksikan urutan pergelaran gandrung secara utuh sejak awal hingga akhir. Terlebih ada penampilan tari topengan, sebuah tari asli Banyuwangi yang kini mungkin sangat sulit disaksikan. Belum hilang rasa terkesima dengan suguhan pertama, Sudarti tampil luwes membawakan “Jejer Ukir Kawin”. Penampilan penari gandrung pro itu disusul aksi yang tak kalah menghibur “Jejer Gandrung” olehSunasih. Disusul menampilkan gandrung kreasi 2010. Malam itu juga dilangsungkan sesi “Godog”, yakni sebuah bagian dari pergelaran gandrung.  

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last