Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Hujan Deras Picu Longsor Sempadan Jalan di Sarongan Pesanggaran Banyuwangi, Akses Warga Terancam

hujan-deras-picu-longsor-sempadan-jalan-di-sarongan-pesanggaran-banyuwangi,-akses-warga-terancam
Hujan Deras Picu Longsor Sempadan Jalan di Sarongan Pesanggaran Banyuwangi, Akses Warga Terancam

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi kembali memicu bencana tanah longsor.

Kali ini, sempadan jalan di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, dilaporkan ambrol akibat terkikis aliran sungai, Senin (9/2).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, kondisi tersebut menyisakan kekhawatiran warga.

Longsoran di tepi jalan dikhawatirkan terus melebar dan berpotensi memutus akses jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Desa Sarongan Gunoto menjelaskan, longsor terjadi akibat erosi aliran sungai yang terus menggerus bagian bawah sempadan jalan.

Fenomena itu semakin parah seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami bersama pihak Kecamatan Pesanggaran sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Aliran sungai memang terus menggerus area tepi jalan,” ujar Gunoto kemarin (9/2).

Jalur Menyempit dan Membahayakan

Gunoto menuturkan, erosi tersebut tidak hanya membuat lebar jalan semakin menyempit, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.

Terlebih saat malam hari atau ketika hujan kembali turun dan jarak pandang terbatas.

“Proses erosi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, apalagi saat cuaca buruk,” katanya.

Ia mengungkapkan, kekhawatiran warga sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir. Warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut merasakan badan jalan semakin menipis dan rawan amblas.

“Kami mengapresiasi laporan cepat dari warga. Ini bentuk kepedulian yang patut kita dukung. Kondisi di lapangan memang memerlukan penanganan cepat,” tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Jika tidak segera ditangani, lanjut Gunoto, kerusakan sempadan jalan ini berpotensi mengganggu roda perekonomian warga.

Jalur tersebut merupakan akses penting bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sarongan dan sekitarnya.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi kembali memicu bencana tanah longsor.

Kali ini, sempadan jalan di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, dilaporkan ambrol akibat terkikis aliran sungai, Senin (9/2).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar, kondisi tersebut menyisakan kekhawatiran warga.

Longsoran di tepi jalan dikhawatirkan terus melebar dan berpotensi memutus akses jalan utama yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Desa Sarongan Gunoto menjelaskan, longsor terjadi akibat erosi aliran sungai yang terus menggerus bagian bawah sempadan jalan.

Fenomena itu semakin parah seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami bersama pihak Kecamatan Pesanggaran sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Aliran sungai memang terus menggerus area tepi jalan,” ujar Gunoto kemarin (9/2).

Jalur Menyempit dan Membahayakan

Gunoto menuturkan, erosi tersebut tidak hanya membuat lebar jalan semakin menyempit, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.

Terlebih saat malam hari atau ketika hujan kembali turun dan jarak pandang terbatas.

“Proses erosi ini sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, apalagi saat cuaca buruk,” katanya.

Ia mengungkapkan, kekhawatiran warga sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir. Warga yang setiap hari melintas di jalur tersebut merasakan badan jalan semakin menipis dan rawan amblas.

“Kami mengapresiasi laporan cepat dari warga. Ini bentuk kepedulian yang patut kita dukung. Kondisi di lapangan memang memerlukan penanganan cepat,” tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Jika tidak segera ditangani, lanjut Gunoto, kerusakan sempadan jalan ini berpotensi mengganggu roda perekonomian warga.

Jalur tersebut merupakan akses penting bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sarongan dan sekitarnya.