sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol sebagai bagian dari antisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Salah satu fokus utama adalah proyek Tol Yogyakarta–Bawen dan Tol Solo–Yogyakarta yang ditargetkan dapat difungsionalkan secara terbatas saat periode Lebaran mendatang.
Peninjauan langsung dilakukan pada Jumat (23/1/2026) oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, bersama Direktur Utama PT Jasa Marga, Kakorlantas Polri, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja.
Rombongan mengecek dua titik strategis, yakni Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Bawen–Ambarawa dan Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani.
“Peninjauan ini merupakan bagian dari persiapan dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
Aan menjelaskan, wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara historis selalu menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur Idul Fitri.
Karena itu, keberadaan ruas tol baru dinilai sangat strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas.
“Dengan difungsionalkannya ruas tol ini, akan sangat membantu masyarakat yang bepergian selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” jelasnya.
Menurut Aan, Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 dan Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani akan membuka akses baru sekaligus menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di Tol Solo–Semarang maupun jalan arteri nasional.
“Beban arus di Tol Solo–Semarang sudah sangat padat. Kehadiran tol fungsional ini sangat membantu,” katanya.
Ia menambahkan, ruas tersebut juga akan mempermudah perjalanan masyarakat yang menuju Magelang, Temanggung, serta pergerakan dari Solo ke Yogyakarta.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Meski mendorong pemanfaatan tol fungsional, Aan menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum ruas tol benar-benar dibuka untuk publik.
“Selain kelancaran, kami ingin memastikan sarana dan prasarana sudah siap. Rambu harus jelas, pengaturan lalu lintas matang, dan penerangan memadai,” tegasnya.
Ia memastikan Kemenhub tidak akan mengizinkan pengoperasian fungsional jika standar minimal keselamatan belum terpenuhi.
Page 2
“Unsur keselamatan adalah yang utama. Kami tidak akan memaksakan pengoperasian apabila belum memenuhi standar,” tambah Aan.
Progres Konstruksi Hampir Rampung
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 kilometer telah mencapai 88,018 persen per Desember 2025.
Proyek yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan beroperasi fungsional pada Maret 2026, bertepatan dengan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, bahkan menyebut progres terbaru sudah mendekati tahap akhir.
“Kami memastikan ruas dari Bawen sampai Ambarawa siap digunakan secara fungsional saat Lebaran. Progresnya sudah 90 persen,” ungkap Rivan.
Sementara itu, untuk Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani, progres pembangunan telah mencapai 95 persen.
Ruas baru sepanjang sekitar 20 kilometer ini diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Prambanan hingga Kalasan.
“Pada Lebaran kali ini akan dibuka seksi baru Tol Solo–Yogyakarta, yaitu Prambanan–Purwomartani,” tambahnya.
Korlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Kehadiran dua ruas tol baru tersebut disambut positif oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Pihaknya memastikan akan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar pintu keluar tol sebagai langkah antisipasi kepadatan.
“Kami akan siapkan pengaturan lalu lintas yang tepat, khususnya di exit tol,” ujarnya.
Senada, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan dukungan penuh terhadap pengoperasian tol fungsional dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan.
Ia berharap langkah ini dapat menekan angka kecelakaan dan fatalitas selama masa angkutan Lebaran.
Harapan Mudik Lebaran Lebih Lancar
Aan Suhanan berharap, sinergi antara Kemenhub, Korlantas Polri, Jasa Marga, dan Jasa Raharja dapat memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dengan difungsionalkannya ruas baru Tol Yogyakarta–Bawen dan Solo–Yogyakarta, kami berharap mudik Lebaran tahun ini bisa lebih aman, lancar, dan selamat,” pungkasnya. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol sebagai bagian dari antisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Salah satu fokus utama adalah proyek Tol Yogyakarta–Bawen dan Tol Solo–Yogyakarta yang ditargetkan dapat difungsionalkan secara terbatas saat periode Lebaran mendatang.
Peninjauan langsung dilakukan pada Jumat (23/1/2026) oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, bersama Direktur Utama PT Jasa Marga, Kakorlantas Polri, serta Direktur Utama PT Jasa Raharja.
Rombongan mengecek dua titik strategis, yakni Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Bawen–Ambarawa dan Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani.
“Peninjauan ini merupakan bagian dari persiapan dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat saat arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
Aan menjelaskan, wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara historis selalu menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur Idul Fitri.
Karena itu, keberadaan ruas tol baru dinilai sangat strategis untuk mendukung kelancaran mobilitas.
“Dengan difungsionalkannya ruas tol ini, akan sangat membantu masyarakat yang bepergian selama arus mudik dan arus balik Lebaran,” jelasnya.
Menurut Aan, Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 dan Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani akan membuka akses baru sekaligus menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di Tol Solo–Semarang maupun jalan arteri nasional.
“Beban arus di Tol Solo–Semarang sudah sangat padat. Kehadiran tol fungsional ini sangat membantu,” katanya.
Ia menambahkan, ruas tersebut juga akan mempermudah perjalanan masyarakat yang menuju Magelang, Temanggung, serta pergerakan dari Solo ke Yogyakarta.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Meski mendorong pemanfaatan tol fungsional, Aan menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama sebelum ruas tol benar-benar dibuka untuk publik.
“Selain kelancaran, kami ingin memastikan sarana dan prasarana sudah siap. Rambu harus jelas, pengaturan lalu lintas matang, dan penerangan memadai,” tegasnya.
Ia memastikan Kemenhub tidak akan mengizinkan pengoperasian fungsional jika standar minimal keselamatan belum terpenuhi.






