sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi membuka rekrutmen Tenaga Digitalisasi Pencatatan dan Pelaporan Program Imunisasi Tahun 2026.
Rekrutmen ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor KP.01.10/C.IV/419/2026 dan ditujukan untuk memperkuat sistem digitalisasi imunisasi nasional.
Rekrutmen tersebut berada di bawah naungan Direktorat Imunisasi, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktur Imunisasi selaku Ketua Tim Rekrutmen, dr. Indri Yogyaswari, M.A.R.S., menegaskan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya.
11 Formasi Rekrutmen Tenaga Digitalisasi Imunisasi 2026
Dalam pengumuman tersebut, Kemenkes membuka total 11 formasi strategis untuk mendukung penguatan sistem pencatatan dan pelaporan imunisasi berbasis digital. Berikut daftar formasi dan jumlah kebutuhannya:
- Data Manager (1 orang)
- Data Engineering (2 orang)
- Data Analysis (1 orang)
- Product Manager (1 orang)
- Operation Analyst (1 orang)
- Engineering Manager (1 orang)
- Mobile Engineer (1 orang)
- Backend Engineer (Integrasi, API, Basis Data) (2 orang)
- System Analyst (1 orang)
- QA/QC (1 orang)
- Technical Writer (1 orang)
Formasi ini didominasi oleh kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi informasi, data, dan pengembangan sistem digital kesehatan.
Kualifikasi Umum dan Kompetensi Teknis
Sebagian besar formasi mensyaratkan pendidikan minimal S1 di bidang Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Statistika, atau bidang relevan lainnya. Beberapa posisi bahkan mengutamakan lulusan S2.
Untuk posisi teknis seperti Data Engineer, Backend Engineer, dan Mobile Engineer, pelamar wajib menguasai:
- Pemrograman Python, SQL, JavaScript/TypeScript
- Pengembangan NodeJS, ExpressJS, NestJS, atau AdonisJS
- Basis data relasional (MySQL, PostgreSQL, MariaDB) dan non-relasional (MongoDB, Redis)
- Big Data (Hadoop, Spark, Kafka)
- Cloud computing (AWS, Google Cloud, Azure)
- CI/CD, Docker, Gitlab, Jenkins
- Pengujian sistem (Jest, Cypress, Postman, REST/GraphQL/gRPC)
Sementara itu, posisi Product Manager, Operation Analyst, hingga System Analyst dituntut memiliki pengalaman manajemen proyek digital, penyusunan dokumen kebutuhan sistem (BRD, SRS), serta pemahaman metodologi Agile/Scrum.
Seluruh formasi juga mensyaratkan kemampuan komunikasi yang baik dan fasih berbahasa Indonesia serta Inggris.
Persyaratan Umum Pelamar
Pelamar wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum, antara lain:








