sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa dirinya tidak perlu turun langsung masuk ke gorong-gorong saat kerja bakti massal pascabanjir.
Menurut Pramono, peran pemimpin tidak selalu ditunjukkan dengan kerja fisik, melainkan melalui pemikiran dan pengambilan keputusan strategis.
Dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, Pramono menyampaikan pernyataan tersebut sambil berkelakar di hadapan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,” ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus turun langsung, namun hal itu justru berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru.
“Sekali-sekali Gubernur DKI masuk gorong-gorong saya mau saja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget,” katanya sambil tertawa.
Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 171.134 personel gabungan yang tersebar di 44 kecamatan dan 267 kelurahan.
Kegiatan ini melibatkan unsur BUMD, masyarakat, perusahaan, serta aparat TNI dan Polri.
“Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang,” kata Pramono.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah pengurasan dan pembersihan saluran air.
Menurutnya, langkah ini lebih efektif dibandingkan fogging.
“Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan,” ujar Rano.
Pemprov DKI juga mengerahkan 60 alat berat, 144 truk, serta dukungan Palang Merah Indonesia berupa ribuan alat kebersihan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa dirinya tidak perlu turun langsung masuk ke gorong-gorong saat kerja bakti massal pascabanjir.
Menurut Pramono, peran pemimpin tidak selalu ditunjukkan dengan kerja fisik, melainkan melalui pemikiran dan pengambilan keputusan strategis.
Dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, Pramono menyampaikan pernyataan tersebut sambil berkelakar di hadapan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,” ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan bahwa dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus turun langsung, namun hal itu justru berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru.
“Sekali-sekali Gubernur DKI masuk gorong-gorong saya mau saja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget,” katanya sambil tertawa.
Dalam kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 171.134 personel gabungan yang tersebar di 44 kecamatan dan 267 kelurahan.
Kegiatan ini melibatkan unsur BUMD, masyarakat, perusahaan, serta aparat TNI dan Polri.
“Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang,” kata Pramono.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah pengurasan dan pembersihan saluran air.
Menurutnya, langkah ini lebih efektif dibandingkan fogging.
“Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan,” ujar Rano.
Pemprov DKI juga mengerahkan 60 alat berat, 144 truk, serta dukungan Palang Merah Indonesia berupa ribuan alat kebersihan.







