Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Malang–Kepanjen Mulai Ada Titik Terang, Tahun Ini Review Desain dan FS, 2027 Pembebasan Lahan

tol-malang–kepanjen-mulai-ada-titik-terang,-tahun-ini-review-desain-dan-fs,-2027-pembebasan-lahan
Tol Malang–Kepanjen Mulai Ada Titik Terang, Tahun Ini Review Desain dan FS, 2027 Pembebasan Lahan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Realisasi pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen mulai menunjukkan titik terang.

Setelah cukup lama berada di tahap perencanaan, proyek strategis tersebut kini memasuki fase penting berupa peninjauan ulang basic design serta feasibility study (FS) pada tahun ini.

Sementara itu, pelaksanaan pembebasan lahan ditargetkan mulai dilakukan pada tahun 2027.

Dikutip dari Radar Malang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyampaikan bahwa pembangunan tol Malang–Kepanjen menjadi kunci utama konektivitas menuju wilayah Malang selatan.

Keberadaan tol ini juga dinilai strategis untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya destinasi wisata pantai.

Dorong Akses Wisata Pantai Selatan

Khairul menegaskan, tol Malang–Kepanjen akan memperkuat akses menuju kawasan wisata unggulan di Kabupaten Malang, seperti Pantai Balekambang, Bantur, dan kawasan pesisir selatan lainnya yang selama ini terkendala jarak tempuh dan kepadatan lalu lintas.

“Tahun ini, kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk fokus menyusun pembangunan jalan tol terlebih dahulu. Tahun 2027, insyaallah bisa dilaksanakan pembebasan lahannya,” ujar pejabat yang akrab disapa O’ong tersebut.

Menurutnya, kehadiran tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dari wilayah utara ke selatan Kabupaten Malang secara signifikan.

Survei Lapangan dan Perubahan Trase

Jika tidak ada kendala, pada tahun ini juga akan dilakukan survei lapangan guna memastikan kondisi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut.

Survei ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan desain dan kajian teknis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek Tol Malang–Kepanjen mengalami perubahan trase.

Pada rencana awal, jalan tol dirancang melewati Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, dengan exit tol berada di belakang Pasar Pakisaji.

Namun, dalam desain terbaru, trase tol mengalami penyesuaian. Jalan tol dari Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akan langsung lurus ke arah selatan, sehingga melewati wilayah Bululawang.

“Jadi nanti jalan tol tersebut akan terhubung dengan jalur Bantur–Balekambang. Sehingga dapat menguatkan akses dari wilayah utara ke selatan,” jelas O’ong.


Page 2

Dengan perubahan trase tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang menargetkan kawasan pantai selatan dapat berkembang pesat seperti kawasan pantai utara yang telah lebih dulu menikmati dukungan infrastruktur memadai.

Akses yang semakin mudah diharapkan mendorong masuknya investasi, mempercepat perputaran ekonomi lokal, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke destinasi-destinasi unggulan di Malang selatan.

Masuk RPJMD, RPJPD, dan Prioritas Nasional

Sebagai informasi, proyek Tol Malang–Kepanjen telah masuk dalam berbagai dokumen perencanaan strategis daerah, antara lain RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029 serta RPJPD Kabupaten Malang 2025–2045.

Tak hanya itu, proyek ini juga tercatat sebagai program prioritas nasional. Usulan pembangunan tol Malang–Kepanjen telah tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di sejumlah kawasan strategis, termasuk Kawasan Bromo–Tengger–Semeru, Selingkar Wilis, dan Lintas Selatan.

Selain Perpres, proyek ini juga masuk dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020–2040.

PR Besar Pemkab Malang

Dengan statusnya sebagai proyek strategis daerah dan nasional, pembangunan Tol Malang–Kepanjen menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Malang.

Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi kunci agar proyek ini dapat segera direalisasikan sesuai target.

Pemkab Malang berharap, seluruh tahapan mulai dari penyempurnaan desain, studi kelayakan, hingga pembebasan lahan dapat berjalan lancar, sehingga pembangunan fisik tol bisa segera dimulai dan memberikan dampak nyata bagi konektivitas serta pertumbuhan ekonomi wilayah. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Realisasi pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen mulai menunjukkan titik terang.

Setelah cukup lama berada di tahap perencanaan, proyek strategis tersebut kini memasuki fase penting berupa peninjauan ulang basic design serta feasibility study (FS) pada tahun ini.

Sementara itu, pelaksanaan pembebasan lahan ditargetkan mulai dilakukan pada tahun 2027.

Dikutip dari Radar Malang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menyampaikan bahwa pembangunan tol Malang–Kepanjen menjadi kunci utama konektivitas menuju wilayah Malang selatan.

Keberadaan tol ini juga dinilai strategis untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, khususnya destinasi wisata pantai.

Dorong Akses Wisata Pantai Selatan

Khairul menegaskan, tol Malang–Kepanjen akan memperkuat akses menuju kawasan wisata unggulan di Kabupaten Malang, seperti Pantai Balekambang, Bantur, dan kawasan pesisir selatan lainnya yang selama ini terkendala jarak tempuh dan kepadatan lalu lintas.

“Tahun ini, kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk fokus menyusun pembangunan jalan tol terlebih dahulu. Tahun 2027, insyaallah bisa dilaksanakan pembebasan lahannya,” ujar pejabat yang akrab disapa O’ong tersebut.

Menurutnya, kehadiran tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dari wilayah utara ke selatan Kabupaten Malang secara signifikan.

Survei Lapangan dan Perubahan Trase

Jika tidak ada kendala, pada tahun ini juga akan dilakukan survei lapangan guna memastikan kondisi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut.

Survei ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan desain dan kajian teknis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek Tol Malang–Kepanjen mengalami perubahan trase.

Pada rencana awal, jalan tol dirancang melewati Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, dengan exit tol berada di belakang Pasar Pakisaji.

Namun, dalam desain terbaru, trase tol mengalami penyesuaian. Jalan tol dari Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akan langsung lurus ke arah selatan, sehingga melewati wilayah Bululawang.

“Jadi nanti jalan tol tersebut akan terhubung dengan jalur Bantur–Balekambang. Sehingga dapat menguatkan akses dari wilayah utara ke selatan,” jelas O’ong.