Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kepedulian dan kebijaksanaan Kepala Desa Watukebo, Maimun Hariyono, kembali dirasakan warganya. Sebuah persoalan warga yang berawal dari musibah patahnya dahan pohon akhirnya dapat diselesaikan secara damai melalui musyawarah yang menyejukkan.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Maelang, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, pada Jumat (23/1/2026). Dahan pohon kambilina patah dan jatuh menimpa rumah milik Subairi, hingga menyebabkan sejumlah genteng rusak. Subairi kemudian berniat meminta ganti rugi kepada pemilik pohon, Husnan, yang masih merupakan tetangganya sendiri.
Meski kejadian telah berlalu selama tiga hari, belum tercapai kesepakatan di antara kedua belah pihak. Persoalan itu pun akhirnya dimediasi langsung oleh Kepala Desa Watukebo di kantor desa, hingga menemukan solusi yang disepakati bersama.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kades Maimun Hariyono mengambil langkah bijak dengan menawarkan solusi konkret demi menjaga kerukunan warga. Ia menyatakan kesiapannya menanggung biaya perbaikan rumah Subairi sekaligus membantu proses penebangan pohon milik Husnan.
“Untuk rumah Pak Subairi, saya yang tanggung perbaikannya. Biaya pemotongan pohon juga saya bantu. Bahkan kalau kayunya dijual, saya siap membeli,” ujar Maimun saat mediasi di ruang kerjanya, disaksikan Kapolsek Wongsorejo, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Dusun Maelang.
Tak hanya menyelesaikan persoalan, Maimun juga mengedepankan langkah pencegahan. Ia memerintahkan Kepala Dusun Maelang agar segera mengeksekusi penebangan sembilan batang pohon kambilina dengan diameter sekitar 40–45 sentimeter dan tinggi mencapai 15 meter, yang dinilai rawan tumbang di tengah musim angin kencang.
“Musim angin seperti sekarang ini harus diantisipasi. Lebih baik mencegah sebelum terjadi musibah yang lebih besar. Saya berharap pemilik pohon bisa ikhlas demi ketenangan lingkungan,” tegasnya.
Subairi mengaku lega atas keputusan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya karena kekhawatiran yang selama ini menghantuinya akhirnya mendapat solusi.
“Saya was-was siang malam karena pohonnya tinggi dan anginnya kencang. Setelah kejadian, saya lapor ke Pak Kadus dan diteruskan ke Pak Kades. Alhamdulillah, Pak Maimun memberi keputusan yang sangat adil,” ujar Subairi kepada Jurnalnews usai mediasi, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, Husnan sebagai pemilik pohon juga menyatakan keikhlasannya. Ia mengakui bahwa persoalan tersebut hanyalah kesalahpahaman.
“Kalau sejak awal komunikasinya baik, insyaallah saya siap bertanggung jawab. Ini hanya salah paham saja. Saya ikhlas pohonnya ditebang demi kebaikan bersama,” ungkap Husnan dengan lega.
Mediasi ini menjadi cerminan kepemimpinan Maimun Hariyono yang mengedepankan empati, musyawarah, dan solusi nyata, sehingga persoalan warga dapat diselesaikan tanpa konflik, justru mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Watukebo. (Venus Hadi).








