Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Komdigi Sidak Meta Indonesia, Soroti Penipuan Digital yang Sasar Masyarakat Kelas Bawah

komdigi-sidak-meta-indonesia,-soroti-penipuan-digital-yang-sasar-masyarakat-kelas-bawah
Komdigi Sidak Meta Indonesia, Soroti Penipuan Digital yang Sasar Masyarakat Kelas Bawah

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar inspeksi mendadak ke kantor perwakilan Meta Indonesia pada Rabu (4/3/2026).

Sidak ini menyoroti berbagai persoalan serius, mulai dari maraknya kejahatan digital hingga disinformasi yang mengancam masyarakat luas di platform milik raksasa teknologi tersebut.

Menteri Komdigi Meutya Hafid yang hadir langsung dalam sidak itu mengungkapkan bahwa penipuan digital menjadi salah satu laporan terbanyak yang diterima pihaknya.

“Disinformasi kedua yang paling banyak adalah kejahatan digital, termasuk scamming, penipuan-penipuan digital, yang juga menjadi salah satu yang terbanyak laporan-laporannya,” ujar Meutya.

Yang memprihatinkan, korban penipuan digital tidak hanya berasal dari kalangan menengah, melainkan juga menyasar lapisan masyarakat paling bawah.

“Ini merugikan tidak hanya orang menengah, tapi di level paling bawah. Jadi bayangkan penipuan juga menyasar kepada mereka yang memang hidupnya sudah sulit,” tegasnya.

Selain kejahatan digital, sidak juga menyoroti disinformasi di bidang kesehatan dan pemerintahan.

Meutya menegaskan disinformasi merupakan ancaman global yang tidak boleh diabaikan, dan pemerintah berkomitmen untuk bertindak tegas.

Dengan 230 juta pengguna internet di Indonesia, ia berharap pengawasan dapat dilakukan secara lebih masif oleh berbagai pihak demi menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.

Dalam sidak tersebut, Komdigi meminta Meta memenuhi sejumlah hal, termasuk keterbukaan algoritma dan penguatan moderasi konten.

Meutya menjelaskan bahwa sidak dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi formal dan persuasif tidak membuahkan hasil yang memadai.

“Dan ini kita lakukan setelah berbagai upaya pemerintah berkomunikasi dengan Meta, baik itu formal, persuasif, dan akhirnya terpaksa harus sidak karena banyak kepatuhan yang belum dilaksanakan,” ungkapnya.