KONTES KOPI NASIONAL

0
656

BANYUWANGI – Banyuwangi semakin menahbiskan diri sebagai Kota Kopi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini terpilih sebagai tuan rumah Kontes Kopi Spesialti Indonesia VII. Ajang prestisius bagi para penggiat kopi nasional tersebut dilangsungkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, kemarin (19/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebanyak 137 sampel kopi asal berbagai daerah di tanah air diikutkan dalam kontes yang diselenggarakan Asosiasi Eksporter dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) tersebut.

Dari 137 sampel kopi itu, sebanyak 76 di antaranya merupakan kopi jenis arabika, sedangkan 61 sampel lain merupakan sampel kopi jenis robusta. Pakar Kopi Internasional asal Banyuwangi, Setiawan Subekti, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi kontes lantaran kabupaten berjuluk The Sun rise of Java ini merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang cukup besar dan memiliki cita rasa khas.

“Produksi kopi di Banyuwangi mencapai 9 ribu ton per tahun. Sebanyak 90 persen merupakan kopi robusta dan 10 persen merupakan kopi arabika,” ujarnya. Menurut Setiawan, pada dasarnya kualitas kopi Indonesia sangat bagus. Hanya saja, kua- litas kopi yang bagus tersebut kadang tidak diimbangi cara pengolahan yang baik. Akibatnya cita rasa kopi tidak optimal.

“Menyangrai kopi tidak harus hitam. Kalau sampai hitam, apa pun yang disangrai, halnya akan pahit,” tandasnya. Selain mencari kopi terbaik, kontes kali ini sekaligus diharapkan menjadi media pendorong para pekebun meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last