Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Korban Meninggal Dunia Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar Jadi 303 Jiwa

korban-meninggal-dunia-bencana-hidrometeorologi-di-aceh,-sumut-dan-sumbar-jadi-303-jiwa
Korban Meninggal Dunia Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar Jadi 303 Jiwa

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Penanganan darurat bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat terus dikebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M, operasi besar-besaran digelar bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta ribuan relawan.

Fokus utama penanganan ialah pencarian dan pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, pembukaan akses yang terputus, hingga percepatan distribusi logistik baik lewat jalur darat maupun udara.

Baca Juga: 14 Kecamatan dan 46 Desa di Situbondo Dilintasi Jalan Tol Probowangi hingga Banyuwangi, kecuali Sumbermalang dan Mangaran

Korban Meninggal di Sumatera Utara Tembus 166 Jiwa

Memasuki hari ketiga status tanggap darurat, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak terberat.

Tercatat 166 orang meninggal dan 143 lainnya masih hilang. Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga menjadi titik dengan kerusakan paling parah.

“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan,” ujar Suharyanto, seperti dilansir dari laman bnpb.go.id, Sabtu (29/11).

Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat rumah-rumah rusak dan jalur transportasi yang lumpuh.

 Di Tapanuli Selatan dan Sibolga, jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa, sementara Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan mencatat ratusan hingga ribuan kepala keluarga terdampak.

Baca Juga: Persewangi Pamerkan Kekuatan Jelang Liga 4, Launching Jersey Baru Disaksikan Ribuan Suporter

Kerusakan akses begitu masif. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung putus total, tertutup longsor di banyak titik.

Sejumlah jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga–Manduamas ikut terputus, menyulitkan mobilisasi alat berat dan bantuan.

Di Mandailing Natal, sedikitnya tujuh wilayah masih terisolir lantaran jalur provinsi tertutup material longsor.

Beberapa desa bahkan hanya dapat dijangkau dengan helikopter atau alat berat.


Page 2

Di Sumatera Barat, dua hari setelah status darurat diberlakukan, tercatat 90 korban meninggal, 85 orang hilang, dan 10 orang luka-luka.

Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban terbanyak.

Pengungsian mencapai 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sejumlah jalur provinsi dan nasional juga terputus akibat longsor serta kerusakan jembatan, membuat distribusi bantuan terhambat.

Meski demikian, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan sudah tiba di lokasi dan mulai dibagikan.

Delapan titik tambahan tengah dipercepat dengan pengawalan kepolisian.

BNPB mengerahkan 24 personel khusus untuk mempercepat penanganan di Sumbar.

Bantuan Presiden berupa tenda, LCR, genset, alat komunikasi, dan ribuan makanan siap saji telah masuk melalui Bandara Minangkabau.

Pesawat Caravan dan helikopter Bell 505 juga diterbangkan ke wilayah terisolir.

Baca Juga: Contoh Teks Pidato Memperingati Hari AIDS Sedunia, Gaya Formal dan Menyentuh Hati

BNPB Pastikan Penanganan Terus Dipercepat

BNPB menegaskan bahwa seluruh upaya terus dipacu melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan para relawan.

Pembukaan akses, pendataan lanjutan korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama operasi.

“Pekerjaan ini tidak mudah, tetapi harus kita lakukan secepat mungkin untuk menyelamatkan lebih banyak warga,” kata Suharyanto.

BNPB memastikan operasi darurat di tiga provinsi tersebut akan diperkuat hingga seluruh akses terbuka dan logistik menjangkau seluruh titik terdampak. (*)


Page 3

BNPB mengerahkan lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit guna mempercepat distribusi logistik.

“Sibolga belum bisa kita tembus lewat darat, tapi distribusi logistik sudah berhasil dilakukan melalui udara,” tegas Suharyanto.

Helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, hingga unit swasta telah beroperasi penuh.

Pesawat Cessna Caravan turut diterjunkan untuk pengiriman logistik dan personel.

Tahap pertama distribusi logistik ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah sepenuhnya terpenuhi.

Meski begitu, Mandailing Natal masih terkendala total akibat akses darat yang rusak berat.

Baca Juga: Apel Pimpinan Polresta Banyuwangi, Fokus Stabilitas Kamtibmas Akhir Tahun

Aceh: 47 Meninggal, 48 Ribu KK Mengungsi

Dua hari setelah status darurat ditetapkan, Aceh mencatat 47 korban meninggal, 51 hilang, dan 8 luka-luka. Angka pengungsi melonjak hingga 48.887 kepala keluarga.

Wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar ialah Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

“Data masih akan berkembang karena operasi SAR gabungan terus menemukan korban,” jelas Suharyanto.

Kerusakan jembatan dan jalan nasional mengakibatkan jalur Banda Aceh–Lhokseumawe lumpuh, termasuk jalur lintas perbatasan Aceh–Sumut di Aceh Tamiang.

Beberapa wilayah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah masih tak dapat diakses lewat darat.

Untuk menjaga komunikasi, BNPB mengaktifkan jaringan satelit Starlink di wilayah yang terisolir.

Logistik dikirim lewat helikopter dan pesawat ringan, sementara bantuan dari Presiden berupa tenda, genset, alat komunikasi, perahu karet, serta makanan siap saji telah tiba dan mulai didistribusikan.

Baca Juga: Siap-Siap Macet! Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Tangerang Berlanjut, Jasa Marga Minta Pengendara Waspada