Masih Belum Stabil, Minta Ijen Disterilkan

0
263

BANYUWANGI – Keputusan para penambang belerang di Gunung Ijen yang nekat bekerja saat status gunung tersebut waspada (level II) menjadi atensi berbagai kalangan. Salah satunya adalah Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Banyuwangi. Ketua FPBI Banyuwangi, Zaenal Aris Masruchi, mendesak pemkab melakukan sterilisasi segala aktivitas manusia di radius satu kilometer (km) dari kawah gunung. Alasannya, pemkab selaku penanggung jawab penanggulangan bencana wajib melindungi warga dan kawasan dari segala bentuk ancaman bencana.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Itu sesuai Pasal 5, 6, dan 26, Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana,” ujarnya kemarin (22/5). Zaenal menjelaskan, sterilisasi tersebut diperlukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Sterilisasi juga diperlukan untuk menghindari risiko ben- cana yang lebih besar yang sering kali datang tiba-tiba. “Selaku pemangku kepentingan, pemkab, BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), wajib memberikan informasi yang benar kepada masyarakat luas tentang status Gunung Ijen yang masih fluktuatif,” kata dia.

Zaenal juga mendesak alokasi satu persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) digunakan untuk meminimalkan risiko bencana. “Pengurangan risiko bencana dapat diproteksi dengan minimal satu persen APBD,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banyuwangi, Suprayogi mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Kemah Santri Awali Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi