Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Mengenal Mitokondria, Sel Warisan Ibu yang Tak Pernah Pergi – TIMES Banyuwangi

mengenal-mitokondria,-sel-warisan-ibu-yang-tak-pernah-pergi-–-times-banyuwangi
Mengenal Mitokondria, Sel Warisan Ibu yang Tak Pernah Pergi – TIMES Banyuwangi

Sabtu, 31 Januari 2026 – 01:55

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Pernah dengar mitokondria? Mitokondria disebut sebagai sel dari ibu yang tak pernah pergi meninggalkan kita. 

Secara biologis mitrokandria adalah organel penghasil dalam sel yang diwariskan secara eksklusif dar ibu (maternal) kepada anaknya. 

Jadi saat terjadi pembuahan, mitokondria sperma hancur sedangkan mitokondria ibu tetap hidup, membelah dna menetap di setiap sel anak sebagai katan biologis abadi. Hmm, keren banget ya. 

Mitokondria berfungsi pusat energi sekaligus berperan daalm pengaturan metabolisme sel lewat berbagai jalur biokimia, termasuk siklus krebs oksidasi asam lemak hingga mengatur kalsium. 

Mitokondria juga berperan dalam mennetukan nasib sel selalui proses apoptosis. 

Jadi sederhananya mitokondria berfungsi menghasilkan energi, mengatur kematian sel, menjaga zat dalam tubuh, mengatur respon imun. 

mitokondria.jpg

Struktur mitokondria terdiri dari beberapa jaringan yang terikat. Membran luar yang mengelilingi organel dan berfungsi sebagai pelindung. Membran luar ini juga mengndung enzim untuk pemproses lipid dan proses biologis lainnya. 

Ruang antar membran yang terletak antara membran luar dan dalam dengan fungsi sebagai daerah transisi ion untuk pembentukan ATP. 

Membram dalam bentuknya sangat kompleks, punya banyak lipatan yang disebut matriks. Membran ini mengandung protein sebagai bahan bakar transport elektron untuk memproduksi energi. 

Matriks, bagian dalam mitokondria yang mengandung enzim penting yang dibutuhkan untuk siklus krebs dan DNA miotkondria, riboson dan RNA. 

DNA, istimewanya Mitokondria punya DNA sendiri, yang berbentuk sirkular dan tidak terbungkus dalam inti. DNA ini berfungski memilah protein yang dibutuhkan untuk fungsi mitokondria. 

Ribosom sendiri yang digunakan untuk menerjemahkan mRNA mitokondria menjadi protein. Ribosom pada mitokondria ditemukan pada sitoplasmasel eukarotik.

Fungsi mitokondria juga bisa tertanggu. Umumnya gangguan atau penyakit mitokondria menganggu jaringan atau organ tubuh, termasuk otak, saraf, jantung, ginjal dan otot. 

Penyakit yang berhubungan dengan mintokondria bersifat genetik, yang diturunkan dari ibu. Penyakit genetik tersebut, bida dilihat sejak kecil, maupuan saat dewasa. 

Beberapa penyakit genetik karena mitokondria ada alzhaimer, diabetes tipe 1, multiple sclerosis hingga kanker. 

Jadi, sebenarnya ‘ibu’ tidak pernah benar-benar berpisah dengan kita. (*)

Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Dhina Chahyanti