sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Program piloting digitalisasi bantuan sosial atau perlindungan sosial (Perlinsos) di Banyuwangi segera memasuki tahap penting.
Hasil seleksi pendaftaran program tersebut dijadwalkan diumumkan pada awal Februari mendatang.
Informasi itu disampaikan dalam kegiatan Komunikasi Publik Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial bersama Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) di Aula Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (23/1).
Dalam forum tersebut dijelaskan, warga yang telah mengikuti proses pendaftaran Perlinsos dapat mengakses hasil seleksi melalui berbagai kanal resmi.
Mulai dari kantor desa, agen Perlinsos yang bertugas di lapangan, hingga laman Portal Perlinsos sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Principal Expert Government Technology Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Rahmat Danu Andika, menyampaikan bahwa pengumuman hasil seleksi dilakukan secara transparan.
Hasil yang ditampilkan berasal dari filter uji coba terbaru yang telah diterapkan dalam sistem digitalisasi bantuan sosial.
“Hasil seleksi yang diumumkan berasal dari filter uji coba terbaru. Nantinya akan ditampilkan secara transparan, termasuk alasan mengapa seseorang dinyatakan layak atau tidak layak menerima bantuan,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, sebelum pengumuman hasil seleksi dilakukan, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) telah menggelar sosialisasi intensif kepada agen Perlinsos dan tokoh masyarakat di Banyuwangi.
Sosialisasi tersebut berlangsung selama empat hari, sejak Selasa (20/1) hingga Kamis (23/1).
“Sosialisasi ini penting untuk memastikan kesiapan agen dan masyarakat, baik dalam menghadapi pengumuman hasil seleksi maupun pelaksanaan mekanisme masa sanggah,” jelasnya.
Rahmat menambahkan, masyarakat yang dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial tetapi merasa kondisi ekonominya masih tergolong tidak mampu, diberikan ruang untuk mengajukan sanggahan.
Masa sanggah tersebut akan dibuka selama satu bulan setelah pengumuman hasil seleksi.
“Proses sanggah sangat mudah. Bisa melalui agen Perlinsos, dilakukan secara mandiri lewat Portal Perlinsos, atau datang langsung ke kantor desa untuk dibantu agen yang bertugas,” ungkapnya.
Page 2
Page 3
Menurutnya, mekanisme sanggah merupakan bagian krusial dalam pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
Seluruh sanggahan yang masuk nantinya akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan keakuratan data sebelum dilakukan pembaruan dalam sistem.
Rahmat juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menjadi daerah pertama dalam uji coba Perlinsos digital.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor berjalan cukup baik sejak awal pelaksanaan program.
“Proses perlinsos digital di Banyuwangi berjalan lancar. Sejak tahun lalu, kolaborasi antar kementerian, dukungan pemkab, serta partisipasi warga Banyuwangi sangat positif,” katanya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, menegaskan bahwa hasil akhir pendataan Perlinsos Digital akan menjadi dasar utama penyaluran bantuan sosial ke depan.
Terutama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Konsekuensinya akan ada banyak perubahan. Penerima yang sebelumnya diketahui tidak layak akan dikeluarkan dari daftar, lalu digantikan oleh mereka yang dinyatakan layak berdasarkan pendataan terbaru,” jelas Andy.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa jumlah penerima bantuan sosial tetap menyesuaikan kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kementerian Sosial tidak memiliki kewenangan menambah kuota secara langsung di daerah.
“Kuota di daerah ditentukan berdasarkan rasio tingkat kemiskinan. Kuota hanya bisa bertambah jika Presiden menambah kuota nasional,” tegasnya.
Jika jumlah warga yang dinyatakan layak melebihi kuota yang tersedia, pemerintah akan menerapkan sistem pemeringkatan.
Prioritas diberikan kepada keluarga dengan tingkat kerentanan ekonomi paling tinggi hingga batas kuota terpenuhi.
“Yang layak tetapi belum masuk kuota akan masuk sistem antrean. Data ini dinamis karena setiap tiga bulan selalu ada perubahan,” imbuhnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai program bantuan sosial berbasis digital ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.








