BANYUWANGI, KOMPAS.com – Nomor layanan darurat 110 Polresta Banyuwangi dipenuhi dengan panggilan iseng. Jumlahnya bahkan mencapai sekitar 17.000.
Kapolresta Banyuwangi menyebut panggilan tersebut adalah telepon prank. Begitu diangkat, si penelpon tak berani bicara.
Padahal, nomor tersebut seharusnya digunakan untuk laporan, pengaduan, permintaan bantuan terkait tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, hingga gangguan keamanan.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra saat rilis kasus sepanjang tahun 2025 di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (30/12/2025).
Rama mengurai, layanan 110 Polri wilayah Polresta Banyuwangi telah diakses sebanyak 17.257 kali, namun sebagian besar merupakan panggilan iseng.
“Sebagian besar 17.111 ini adalah telepon prank,” ungkap Rama.
Baca juga: Kapolri Perintahkan Percepatan Layanan 110 dan Perluasan Pengawasan Propam Digital
Sedangkan sisanya, masing-masing sebanyak 23 panggilan melaporkan terkait kecelakaan lalu lintas, 78 panggilan terkait pengaduan, dan panggilan bersifat informasi sebanyak 45 kali.
Identitas Terdaftar, Lokasi Diketahui
Dijelaskan Rama, pada layanan 110 ini, masyarakat yang mengakses layanan ini akan terdaftar sesuai identitasnya dan muncul pada dashboard command center.
“Lokasinya juga akan muncul pada peta yang ada di layar command center,” ujar Rama.
Sementara untuk panggilan yang masuk kategori prank tersebut, kemungkinan dilakukan oleh masyarakat yang ingin mencoba-coba melakukan panggilan pada layanan 110.
Sebab, telepon itu hanya berdering satu kali.
Namun begitu, ketika diangkat oleh petugas command center, tidak ada jawaban dari penelepon atau telepon langsung mati.
Baca juga: Libur Nataru, Kendaraan Mogok di Lumajang Bisa Dijemput Polisi via Layanan 110
“Begitu diangkat tidak berani ngomong lalu kemudian ditutup. Inilah yang tercatat sebanyak 17 ribu lebih tadi,” ujarnya.
Cara Kerja Layanan 110
Menggunakan ponsel pribadinya, Rama mencoba langsung layanan tersebut dan menekan angka 110 pada panggilan telepon.
Ia menunggu beberapa detik yang hening.
Page 2
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app








