Pedagang Kambing Mengeluh

0
420

pedagangPESANGGARAN – Kondisi pasar ternak, khususnya hewan kurban di kawasan Banyuwangi Selatan sepertinya berjalan di tempat. Animo masyarakat untuk membeli hewan ternak masih rendah. Seperti terlihat di pasar kambing Pesanggaran, kemarin. Jelang Hari Raya Kurban yang kurang beberapa hari lngi. jumlah pembeli maish sedikit. Seperti dirasakan Nur Hariri, 65, seorang pedagang kambing dari Desa Sraten Kecamatan Cluring.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dia mengaku dagangan kambingnya sepi. Kambing yang dia bawa sama sekali belum ditawar. Selain itu, harga pasaran kambing juga sedikit turun dibandingkan tahun lain. “Seperti kambing ini, tahun lalu harganya bisa Rp 1,5 juta, Dik. Sekarang cuma Rp 1,2 juta,” ujarnya. Menurunnya antusias masyarakat membeli kambing di duga karena pengaruh kondisi pertanian dan usaha lainnya di masyarakat. “Lha bagaimana, jek sek mahal begitu. 

Mungkin mau borong seperti tahun kemarin pikir-pikir,” keluhnya. Nasikin salah seorang peternak kambing menuturkan. permintaan kambing tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Mengenai lesunya pasar kambing, dia menduga karena masyarakat lebih senang langsung membeli kepada peternak. Meski harga relatif sama, namun keuntungan yang didapat membeli langsung adalah bisa menitipkan ternak hingga hari H.

“Kalau langsung pada peternak biasanya sekalian titip, itu merek suka,” ungkapnya. Selain itu, anggapan sebagian kecil masyarakat tentang kekhawatiran mendapat barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi binatang kurban juga menjadi alasan pembeli enggan langsung berhubungan dengan pedagang. “Ya kadang ada yang takut tertipu, biasa masyarakat. Tapi sebenarnya sama saja.” cetusnya. (radar)

Loading...