Bangun Home Industry Batik, Rekrut Warga Sekitar

0
471
SASAR TURIS: Nur Salim dan Camat Sempu Lukman Hakim menunjukkan kain batik yang sudah jadi.
SASAR TURIS: Nur Salim dan Camat Sempu Lukman Hakim menunjukkan kain batik yang sudah jadi.

SEMPU – Warga Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, patut ber-bangga. Sebab, sejak dua tahun lalu, di lingkungan mereka telah berdiri sebuah home industry batik milik H. Nur Salim. Berdirinya pabrik tersebut tentu se-cara otomatis akan menyerapa banyak tenaga kerja, yang tentunya adalah warga sekitar pabrik. Sehingga bisa se-dikit mengurangi angka pengangguran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

H. Nur Salim menuturkan, sebelum mendirikan pabrik tersebut, dia bekerja sebagai  guide di Bali. Dia juga pernah ikut orang Jerman. “Saya ikut orang Jer-man sejak 1990 sampai 1996,” ujarnya. Nah, usai ikut orang Jerman tersebut, dia berusaha merintis usaha pembua-tan batik dengan gudang di Kota Kuta, Denpasar, Bali. “Saya rintis dengan tem-pat seadanya. Alhamdulillah berjalan lancar,” tuturnya.

Loading...

Karena posisinya di Bali, maka Nur Salim membuat produksi batik sesuai pasarannya. Yaitu para turis dari Manca Negara yang banyak berkunjung di Bali. Semakin lama, usaha pembuatan batik yang ditekuni Nur Salim berjalan sukses. Jumlah pesanan terus me-ningkat seiring banyaknya turis yang berkunjung ke Pulau Dewata. Karena usahanya terus berkembang,  pada 2010 lalu Nur Salim mulai ber-pikir untuk mengembangkan usahanya tersebut.

Sayangnya, hal itu menemui kendala. Harga lahan untuk mengem-bangkan usaha di Bali terlalu mahal. Sehingga dia harus berpikir ulang untuk membeli lahan mengembangkan usaha di Pulau Dewata tersebut. Namun demikian, dia tidak menyerah begitu saja. setelah dihitung-hitung, Nur Salim memilih Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, untuk mengembangkan usaha tersebut.
Sehingga, sejak dua tahun lalu, dia merealisasikan berdirinya home indus-try pembuatan batik dengan sasaran pasar tetap di Bali.

“Semua jenis pakaian dan warna batik di sini. Sasaran utamanya adalah turis di Bali,” tuturnya. Hanya saja, lanjut Nur Salim, meski  sasaran utamanya para turis, dia tetap melayani pesanan jenis batik lain. Sep-erti batik gajah oleng khas Banyuwangi.  “Seperti hari ini, ada pesanan batik gajah oleng ya kita layani,” tuturnya. Sementara itu, berdirinya usaha batik tersebut disambut baik Camat Sempu, Drs. Lukman Hakim S.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2