Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Penumpang KRL Tembus 437 Juta, Ini Ancaman Jika Tak Ada Kereta Baru

penumpang-krl-tembus-437-juta,-ini-ancaman-jika-tak-ada-kereta-baru
Penumpang KRL Tembus 437 Juta, Ini Ancaman Jika Tak Ada Kereta Baru

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksikan lonjakan signifikan volume penumpang kereta rel listrik (KRL) dalam lima tahun ke depan.

Dari sekitar 339 juta penumpang pada 2025, jumlah pengguna KRL diperkirakan meningkat menjadi 437 juta penumpang pada 2030, terutama di wilayah Jabodetabek.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan penumpang KRL menunjukkan rata-rata kenaikan sekitar 4 persen per tahun.

“Kalau kami lihat, kenaikan volume penumpang KRL, terutama di Jabodetabek ini, akan menjadi 437 juta pada tahun 2030,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip Antara, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan proyeksi tersebut, KRL diperkirakan akan melayani hingga 2 juta penumpang per hari pada 2030.

Saat ini, rata-rata penumpang harian berada di angka 1,1 juta orang dan sempat meningkat menjadi 1,3 juta penumpang pada periode Juni–Juli.

“Pada akhir 2025, kami perkirakan jumlah penumpang per hari berada di kisaran 1,2 hingga 1,25 juta,” kata Bobby.

Namun, peningkatan volume ini juga membawa tantangan besar.

Bobby mengingatkan bahwa tanpa penambahan sarana hingga 2030, tingkat kepadatan saat jam sibuk bisa mencapai enam kali lipat dari kondisi saat ini.

“Apabila tidak dilakukan penambahan sarana, tidak semua penumpang dapat terangkut dan tentunya berisiko pada aspek keselamatan,” tegasnya.

Saat ini, KAI mengoperasikan ratusan unit KRL dengan mayoritas berusia di atas 30 tahun.

Oleh karena itu, pengadaan dan penggantian sarana menjadi kebutuhan mendesak.

KAI telah menandatangani kontrak pengadaan 16 rangkaian KRL baru dari PT INKA senilai Rp3,85 triliun.

“Trainset yang saat ini dalam uji dan segera kami operasikan,” ujar Bobby, sembari menambahkan bahwa 11 rangkaian tambahan ditargetkan beroperasi pada 2026.