sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung di Jawa Timur.
Proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional ini dirancang untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mendukung operasional Bandara Dhoho Kediri.
Selain menjadi akses utama menuju bandara baru tersebut, pembangunan tol ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian di wilayah selatan Jawa Timur, khususnya di kawasan Kediri dan Tulungagung yang selama ini dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata besar.
Progres Konstruksi Capai Lebih dari 50 Persen
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, mengungkapkan bahwa pembangunan tol saat ini difokuskan pada penyelesaian akses menuju Bandara Dhoho Kediri.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi fisik di sejumlah seksi sudah menunjukkan perkembangan signifikan.
Progres pembangunan di Seksi 1 telah mencapai sekitar 57,25 persen, sementara Seksi 2 tercatat sekitar 42,62 persen.
“Untuk tahap pembebasan lahan jalur utama atau main road sepanjang 37,35 kilometer masih berjalan. Memang ada beberapa kendala di lapangan, termasuk kebutuhan pendataan ulang di wilayah tertentu,” ujar politisi dari Partai NasDem tersebut, Selasa (3/3/2026).
Percepat Distribusi Logistik dan Akses Transportasi
Pria asal Kediri itu menegaskan bahwa pembangunan Tol Kediri–Tulungagung memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi regional.
Menurutnya, keberadaan tol ini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik, mempercepat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan akses menuju Bandara Dhoho Kediri yang menjadi salah satu simpul transportasi baru di Jawa Timur.
“Utamanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Timur bagian selatan, mempercepat distribusi logistik, mempermudah akses menuju Bandara Dhoho, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, akses jalan tol yang lebih cepat akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata di wilayah Kediri maupun Tulungagung.
Magnet Baru Investasi dan Ekspansi Usaha
Page 2
Lebih lanjut, Khusnul Arif menilai pembangunan tol tersebut berpotensi menjadi magnet baru bagi investasi dan ekspansi bisnis di kawasan sekitar jalur tol.
Peningkatan konektivitas antarwilayah akan membuka peluang bagi pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, serta pengembangan usaha baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.
“Dengan konektivitas yang lebih baik dan distribusi logistik yang semakin efisien, kawasan di sekitar tol tentu akan menjadi daya tarik baru bagi investasi,” katanya.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar ini membawa sejumlah tantangan bagi masyarakat di wilayah terdampak, terutama terkait proses relokasi dan perubahan tata guna lahan.
Namun, jika dikelola dengan baik, masyarakat di desa-desa sekitar proyek tetap memiliki peluang besar untuk menikmati manfaat ekonomi dari pembangunan tersebut.
Panjang Tol Mencapai 44,17 Kilometer
Sebagai informasi, Jalan Tol Kediri–Tulungagung memiliki total panjang sekitar 44,17 kilometer yang terbagi menjadi dua bagian utama.
Bagian pertama adalah jalur utama (Main Road) sepanjang 37,35 kilometer, sedangkan bagian kedua merupakan akses khusus menuju Bandara Dhoho Kediri sepanjang 6,82 kilometer.
Untuk ruas main road yang membentang sepanjang 37,35 kilometer tersebut, saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan. Ruas ini terbagi menjadi dua seksi utama, yaitu:
- Seksi 1: Sta 0+000 hingga Sta 16+500
- Seksi 2: Sta 16+500 hingga Sta 37+350
Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan dapat berjalan sesuai jadwal agar tahap konstruksi fisik dapat dimulai secara menyeluruh dalam waktu dekat.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, keberadaan tol ini diyakini akan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas baru di Jawa Timur, sekaligus memperkuat peran Kediri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan provinsi tersebut. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung di Jawa Timur.
Proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional ini dirancang untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mendukung operasional Bandara Dhoho Kediri.
Selain menjadi akses utama menuju bandara baru tersebut, pembangunan tol ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian di wilayah selatan Jawa Timur, khususnya di kawasan Kediri dan Tulungagung yang selama ini dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata besar.
Progres Konstruksi Capai Lebih dari 50 Persen
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, mengungkapkan bahwa pembangunan tol saat ini difokuskan pada penyelesaian akses menuju Bandara Dhoho Kediri.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi fisik di sejumlah seksi sudah menunjukkan perkembangan signifikan.
Progres pembangunan di Seksi 1 telah mencapai sekitar 57,25 persen, sementara Seksi 2 tercatat sekitar 42,62 persen.
“Untuk tahap pembebasan lahan jalur utama atau main road sepanjang 37,35 kilometer masih berjalan. Memang ada beberapa kendala di lapangan, termasuk kebutuhan pendataan ulang di wilayah tertentu,” ujar politisi dari Partai NasDem tersebut, Selasa (3/3/2026).
Percepat Distribusi Logistik dan Akses Transportasi
Pria asal Kediri itu menegaskan bahwa pembangunan Tol Kediri–Tulungagung memiliki peran penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi regional.
Menurutnya, keberadaan tol ini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi distribusi logistik, mempercepat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan akses menuju Bandara Dhoho Kediri yang menjadi salah satu simpul transportasi baru di Jawa Timur.
“Utamanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Jawa Timur bagian selatan, mempercepat distribusi logistik, mempermudah akses menuju Bandara Dhoho, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, akses jalan tol yang lebih cepat akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata di wilayah Kediri maupun Tulungagung.
Magnet Baru Investasi dan Ekspansi Usaha








