Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pembongkaran 3 Warung Mangkrak di Terminal Muncar Banyuwangi, Disiapkan untuk Bangkitkan UMKM Warga

pembongkaran-3-warung-mangkrak-di-terminal-muncar-banyuwangi,-disiapkan-untuk-bangkitkan-umkm-warga
Pembongkaran 3 Warung Mangkrak di Terminal Muncar Banyuwangi, Disiapkan untuk Bangkitkan UMKM Warga

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Upaya menghidupkan kembali geliat ekonomi di kawasan Terminal Muncar mulai dilakukan.

Tiga bangunan berupa toko dan warung makan yang lama mangkrak resmi dibongkar, Kamis (26/2).

Pembongkaran tersebut menjadi langkah awal penataan sekaligus revitalisasi fasilitas terminal agar kembali produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Bangunan yang dibongkar diketahui sudah bertahun-tahun tidak difungsikan. Kondisinya pun tampak tidak terawat dan kumuh.

WhatsApp-Image-2026-02-20-at-163137-1215

Padahal, sebelumnya deretan warung tersebut pernah menjadi penopang aktivitas ekonomi warga saat transportasi bus masih ramai beroperasi di kawasan Muncar.

Petugas Terminal Muncar, Edi Sutrisno, mengatakan total ada tiga bangunan yang saat ini dibongkar. Seluruhnya merupakan bekas toko dan warung makan yang lama kosong tanpa aktivitas.

“Tiga bangunan yang dulunya toko dan warung makan saat ini dibongkar. Sudah lama tidak terawat dan mangkrak,” ujarnya.

Penataan Ulang untuk Pemberdayaan UMKM

Menurut Edi, pembongkaran bukan berarti menghilangkan fungsi bangunan tersebut.

Justru sebaliknya, area itu akan diperbaiki dan ditata ulang untuk mendukung pemberdayaan UMKM warga sekitar.

Harapannya, bangunan yang sempat mati suri bisa kembali hidup dan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru.

Rencananya, setelah proses pembongkaran selesai, bangunan akan direnovasi dengan konsep yang lebih tertata dan menarik.

Nantinya, lokasi tersebut akan diprioritaskan bagi pelaku UMKM setempat yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat usaha strategis.


Page 2


Page 3

“Rencana diperbaiki untuk meramaikan kembali suasana di terminal. Dari empat bangunan yang ada, hanya satu yang masih ditempati, yaitu warung kopi. Yang lainnya sudah lama kosong,” terang Edi.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk mengoptimalkan aset daerah yang sebelumnya tidak produktif.

Dengan perbaikan fisik dan penataan ulang, kawasan terminal diharapkan tidak lagi terlihat kumuh, melainkan menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif.

Dampak Penurunan Penumpang Bus Sejak 2020

Edi menjelaskan, kondisi mangkraknya warung-warung tersebut tidak lepas dari menurunnya jumlah penumpang bus dalam beberapa tahun terakhir.

Sekitar tahun 2020, aktivitas transportasi bus mulai merosot drastis. Dampaknya langsung terasa bagi pedagang di sekitar terminal.

“Dulu ketika transportasi bus masih jaya, warung-warung di sekitar terminal aktif semua. Pembeli ramai. Tapi sejak pengguna bus menurun sekitar 2020, satu per satu warung ditinggalkan,” jelasnya.

Sepinya penumpang membuat omzet pedagang turun tajam. Banyak pemilik warung akhirnya memilih menutup usahanya karena tidak lagi mampu menutup biaya operasional.

Hingga kini, hanya satu warung kopi yang bertahan dan tetap beroperasi di dalam area terminal.

Kondisi tersebut membuat wajah terminal terkesan kurang hidup. Deretan bangunan kosong dengan pintu tertutup rapat menjadi pemandangan sehari-hari.

Harapan Terminal Kembali Ramai

Melalui pembongkaran dan rencana revitalisasi ini, pihak pengelola berharap suasana terminal kembali ramai dan produktif.

Selain memperindah kawasan, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pemberdayaan UMKM dinilai menjadi solusi realistis untuk menggerakkan ekonomi lokal. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan lokasi yang strategis, pelaku usaha kecil bisa kembali bangkit.

“Kita ingin terminal ini kembali hidup. Bukan hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Edi.