BANYUWANGI, KOMPAS.com – Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang dimulai sejak 26 Januari 2025, menjadi sejarah baru di Selat Bali.
Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025.
Proses pengangkatan itu menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya, setelah beragam tragedi yang menenggelamkan kapal di jalur penghubung Pulau Jawa dan Pulau Bali tersebut, kapal diangkat dari dasar laut.
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya kini secara bertahap diangkat dari kedalaman 56 meter menggunakan kapal tongkang bercakar Pioner 88 oleh PT Buto sebagai pelaksana.
Baca juga: 1 Lagi Jenazah Mengambang Saat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Diangkat
Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, mengatakan bahwa operasi tersebut awalnya ditargetkan dapat diselesaikan dalam 20 hari sejak dimulai.
“Targetnya 20 hari, tapi melihat arus yang kuat sepertinya molor,” kata Jonathan, Senin (2/2/2026).
Jonathan menjelaskan, setiap harinya sejak pagi hingga sore, sebanyak 13 kru Pioner 88 akan melakukan operasi pengangkatan dan pemotongan sembari memerhatikan kencang tidaknya arus Selat Bali guna memastikan keamanan operasi tersebut.
Diangkat lalu Dipotong-potong
Proses pemotongan bagian-bagian kapal akan dilakukan di atas tongkang usai diangkat ke permukaan menggunakan crane.
Johanthan menyebut, prosesnya berganti tiga hari sekali, yaitu tiga hari sekali proses potong dan tiga hari proses angkat, begitu seterusnya.
“Senin pengangkatan pertama, pemotongan sudah dilakukan sebelum Senin. Kamis mulai besar-besar (bagian yang diangkat),” ujar Jonathan.
Baca juga: Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terkendala Arus Kencang Selat Bali
Rencananya, seluruh bagian kapal yang memiliki spesifikasi panjang 63 meter, dengan lebar 12 meter dan bobot 792 GT tersebut akan dipotong menjadi 20 bagian. Dibantu dengan teknologi sonar untuk pemetaaannya.
“Pengangkatan dari dalam air menggunakan crane, mampu mengangkat maksimal berat 100 ton,” ujar Jonathan.
Hingga hari ke delapan, material kapal yang sudah diangkat antara lain bagian lambung, kamar mesin, anjungan, geladak atau tempat kendaraan, serta tiga truk.
Dari operasi tersebut juga ditemukan dua jenazah yang saat ini telah dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi dan RSUD Negara Bali.
Sementara untuk titik bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang sebelumnya berada sangat dekat dengan kabel laut yaitu sekitar 200 meter, kini perlahan bergeser menjauh sejauh 500 meter.
Baca juga: Jenazah yang Diyakini ABK KMP Tunu Pratama Jaya Dipulangkan sebagai Mr X
Page 2
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app







