Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Babak Baru Gugatan Rp 7 Miliar di Banyuwangi, Denada Akhirnya Buka Suara soal Status Ressa Rossano

babak-baru-gugatan-rp-7-miliar-di-banyuwangi,-denada-akhirnya-buka-suara-soal-status-ressa-rossano
Babak Baru Gugatan Rp 7 Miliar di Banyuwangi, Denada Akhirnya Buka Suara soal Status Ressa Rossano

KOMPAS.com – Penyanyi Denada Tambunan akhirnya buka suara terkait sosok Ressa Rizky Rossano, pria asal Banyuwangi yang melayangkan gugatan terhadap dirinya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Denada secara mengejutkan mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya.

Pengakuan ini menjadi babak baru dalam sengketa hukum yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi terkait dugaan penelantaran anak.

Permohonan Maaf Denada

Dalam pernyataan resminya, Denada menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada Ressa. Ia mengakui bahwa putranya tersebut tidak hidup bersamanya sejak bayi karena kondisi mentalnya yang tidak stabil saat itu.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena Ressa tidak hidup bersama saya mulai dari dia masih bayi,” tulis Denada dikutip dari akun Instagram @denadaindonesia, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Dukungan Selebriti Usai Denada Terbuka Akui dan Minta Maaf soal Ressa

Denada menjelaskan bahwa saat itu kondisi psikisnya sedang tidak layak untuk mengasuh anak. Ia juga menyesali keputusannya yang baru mengungkap kebenaran ini setelah sekian lama.

“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf. Saya berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya sebagai ibu kandungnya dengan segala kekurangan saya,” lanjut Denada dalam unggahan tersebut.

Pihak Ressa Pertanyakan Komunikasi Denada

Tante Denada dan RessaYouTube Curhat Bang Denny Sumargo Tante Denada dan Ressa

Di sisi lain, pihak Ressa Rizky Rossano mengungkapkan fakta yang berbeda terkait jalinan komunikasi di antara mereka.

Kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, Ronald Armada, membantah klaim pengacara Denada yang menyebut telah terjalin komunikasi baik selama bertahun-tahun.

“Itu tidak pernah. Dia baru komunikasi setelah ada gugatan ini,” tegas Ronald dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Ressa sendiri mengaku sempat menerima pesan singkat dari Denada yang berbunyi, “Apa pun yang terjadi, I always love you.” Namun, Ressa memilih untuk tidak membalas pesan tersebut.

“Karena sebelumnya Ressa keluh kesah juga enggak dibalas. Ada buktinya,” ujar Ressa sambil menggelengkan kepala.

Ronald pun menantang pihak Denada untuk membuktikan jika memang ada intensitas komunikasi sebelum gugatan didaftarkan.

“Kalau memang dia pernah ada komunikasi sebelum ada gugatan ini, tunjukkan, buktikan. Sederhana kok,” ucapnya.

Baca juga: Akui Ressa Anak Kandungnya, Denada Minta Maaf: Itu Kesalahan Saya

Duduk Perkara Gugatan Rp 7 Miliar dan Penelantaran

Persoalan ini bermula ketika Ressa Rizky Rossano mendaftarkan gugatan ke PN Banyuwangi pada 26 November 2025. Ressa menuntut pengakuan status anak serta ganti rugi atas hak hidup yang tidak terpenuhi selama 24 tahun.

Berdasarkan keterangan Ratih, tante dari Denada, Ressa sudah dibawa ke Banyuwangi sejak berusia 10 hari oleh nenek Denada.

Keluarga memutuskan menempuh jalur hukum karena merasa kecewa dan sakit hati atas perlakuan Denada selama puluhan tahun.

Dalam pokok perkaranya, Ressa menuntut Denada untuk membayar biaya hidup sebesar Rp 7 miliar.

“Pihak Denada dalam mediasi mengakui soal Ressa sebagai anak kandung dan membantah adanya penelantaran. Hanya saja mereka keberatan soal tuntutan Rp 7 miliar,” ungkap Ronald menjelaskan jalannya mediasi.

Baca juga: Akui Ressa Anak Kandungnya, Denada Minta Maaf: Itu Kesalahan Saya

Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan. Pihak Ressa menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah keinginan agar Denada berkomunikasi secara jujur dan meminta maaf secara kekeluargaan, selain dari tuntutan materiil yang diajukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang