sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek terus menunjukkan penguatan yang konsisten.
Pada Januari 2026, jumlah pelanggan mencapai 2.714.594 orang.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 2.146.859 pelanggan, serta Januari 2024 dengan 1.200.399 pelanggan.
Tren tersebut menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian yang semakin diandalkan untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi perkotaan.
Pertumbuhan tidak hanya terlihat secara bulanan, tetapi juga tahunan.
Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan dan meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025.
Akselerasi ini sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta sektor jasa yang membutuhkan transportasi publik terjadwal dan berkelanjutan.
Distribusi pergerakan pelanggan menunjukkan peran strategis stasiun-stasiun utama.
Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul tersibuk dengan 17.548.139 gate in dan gate out.
Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda dan berada di jantung aktivitas bisnis.
Stasiun Harjamukti mencatat 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan pertumbuhan kawasan hunian di wilayah timur yang semakin terhubung dengan pusat aktivitas.
Stasiun Kuningan melayani 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan perkantoran dan layanan jasa yang menuntut kepastian waktu tempuh.
Sementara itu, Stasiun Cikoko mencatat 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi kereta perkotaan, dan Stasiun Pancoran melayani 7.347.741 gate in dan gate out yang menghubungkan kawasan hunian dengan pusat kegiatan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan manfaat nyata LRT Jabodebek.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek terus menunjukkan penguatan yang konsisten.
Pada Januari 2026, jumlah pelanggan mencapai 2.714.594 orang.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 2.146.859 pelanggan, serta Januari 2024 dengan 1.200.399 pelanggan.
Tren tersebut menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian yang semakin diandalkan untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi perkotaan.
Pertumbuhan tidak hanya terlihat secara bulanan, tetapi juga tahunan.
Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan dan meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025.
Akselerasi ini sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta sektor jasa yang membutuhkan transportasi publik terjadwal dan berkelanjutan.
Distribusi pergerakan pelanggan menunjukkan peran strategis stasiun-stasiun utama.
Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul tersibuk dengan 17.548.139 gate in dan gate out.
Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda dan berada di jantung aktivitas bisnis.
Stasiun Harjamukti mencatat 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan pertumbuhan kawasan hunian di wilayah timur yang semakin terhubung dengan pusat aktivitas.
Stasiun Kuningan melayani 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan perkantoran dan layanan jasa yang menuntut kepastian waktu tempuh.
Sementara itu, Stasiun Cikoko mencatat 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi kereta perkotaan, dan Stasiun Pancoran melayani 7.347.741 gate in dan gate out yang menghubungkan kawasan hunian dengan pusat kegiatan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan manfaat nyata LRT Jabodebek.








