Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ketika Emak-emak Berebut Telur Gratis dari Gubernur Jatim Khofifah…

ketika-emak-emak-berebut-telur-gratis-dari-gubernur-jatim-khofifah…
Ketika Emak-emak Berebut Telur Gratis dari Gubernur Jatim Khofifah…

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Keriuhan terjadi Kantor Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi wilayah tersebut pada Sabtu (28/2/2026).

Khofifah mengunjungi daerah tersebut dalam rangka meninjau Pasar Murah di Bulan Ramadhan yang menjadi bagian dari strategi menjaga stabilisasi harga dan inflasi jelang Idul Fitri, sekaligus memastikan kebutuhan logistik rumah tangga tetap terjangkau.

Namun, momen menarik terjadi saat tiba-tiba panitia mengumumkan bahwa emak-emak yang membawa anak kecil bisa mendapatkan telur gratis. Sontak mereka berlari mendekat dan berdesakan, seperti yang dilakukan Ainiyah (26).

“Cepat-cepat antre tadi, takut kehabisan,” kata ibu satu anak berusia tiga tahun itu.

Sambil tersenyum, Aini memperlihatkan enam butir telur dalam satu kantong plastik yang menurutnya cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur rumahnya.

Baca juga: Tangis Haru Siti Saat Anaknya Dapat Kursi Roda dari Gubernur Jatim Khofifah

Di sisi lain, beberapa emak-emak terlihat tersenyum kecut karena menyesal tak membawa anak ke operasi pasar itu. Sebab, ibu yang datang bersama anak diprioritaskan, salah satunya Umi Kulsum.

“Tahu gitu tadi bawa anak saya tiga semuanya, malah saya tinggal di rumah,” ujar Umi Kulsum seraya tertawa.

Selain telur untuk anak-anak serta ibu hamil sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan gizi kelompok rentan selama bulan Ramadhan, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan beras SPHP kemasan 5 kilogram secara gratis kepada masyarakat lanjut usia berusia 60 tahun ke atas yang hadir.

“Lansia, anak-anak dan ibu hamil harus kita beri perhatian khusus. Selain memastikan harga terjangkau, kita juga ingin memastikan kelompok rentan mendapatkan tambahan asupan yang cukup, terutama protein dan karbohidrat,” kata Khofifah.

Baca juga: Khofifah Pantau Pasar Larangan Sidoarjo, Stok Ayam Melimpah Meski Harga di Atas HET

Sementara itu, operasi pasar murah menarik antusiasme warga karena harga yang ditawarkan lebih ramah di kantong, seperti beras premium dijual Rp 14.000 per kilogram dan beras medium Rp 11.000 per kilogram

Selain itu, tepung terigu dijual Rp 10.000 per kilogram, bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp 4.000 per 100 gram, serta cabai merah besar Rp 2.000 per 100 gram.

“Kalau di pasar harga daging ayam bisa Rp 42.000, di sini Rp 30.000 per kilogram. Telur di pasar Rp 30.000-Rp 31.000, di sini Rp 22.000 per kilogram. Gula di sini dijual Rp 14.000 per kilogram, Minyakita Rp 13.000 per liter,” ujar Khofifah.

Namun, Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah bukan hanya soal harga, tetapi juga kepastian pasokan dan penguatan ekonomi lokal dengan menghadirkan produk-produk UKM setempat.

Dia berharap sembari melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi, upaya tersebut juga dapat menjajaki produk-produk UKM lokal mana yang bisa dikurasi untuk mendapatkan market yang lebih luas dan lebih besar.

“Jadi semua ini adalah proses konvergensi, antara stabilisasi harga, pengendalian inflasi, sekaligus menemu kenali produk-produk lokal yang siap dikurasi. Mendekati hari-hari besar, harapan kita ini bisa membantu pemenuhan logistik masyarakat,” pungkas Khofifah.

Baca juga: Tangis Haru Siti Saat Anaknya Dapat Kursi Roda dari Gubernur Jatim Khofifah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang