Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Peringati Haul Gus Dur ke-16, Pemuda Banyuwangi Sedekah Bibit Buah di Rumah Ibadah – TIMES Banyuwangi

peringati-haul-gus-dur-ke-16,-pemuda-banyuwangi-sedekah-bibit-buah-di-rumah-ibadah-–-times-banyuwangi
Peringati Haul Gus Dur ke-16, Pemuda Banyuwangi Sedekah Bibit Buah di Rumah Ibadah – TIMES Banyuwangi

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-16 di lereng Gunung Raung, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, diwarnai aksi berbeda yang sarat makna toleransi dan kepedulian lingkungan.

Ya, hal itu diwujudkan ketika sejumlah pemuda Kalibaru menggelar sedekah bibit buah di tiga rumah ibadah lintas agama, pada Minggu, (4/1/2026).

Kegiatan tersebut, digagas aliansi anak muda yang tergabung dalam Komunitas Nom Nomane Gus Dur (NANDUR), berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta Forum Komunikasi Mahasiswa Kalibaru (FKMK).

Dalam peringatan Haul Gus Dur ke-16 ini, para pemuda membagikan total 16 bibit buah sebagai simbol haul ke-16 Gus Dur.

Bibit tersebut ditanam di tiga rumah ibadah, yakni Masjid Miftahul Falah, Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, sebanyak lima bibit, Pepanthan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kalibaru dua bibit, serta Pura Madu Katiagan Bharu, Mr Markandea Kalibaru sebanyak sembilan bibit.

Semangat Kebersamaan Lintas Iman

Koordinator lapangan kegiatan, Hoirul Hidayah, menjelaskan bahwa selain penanaman bibit, para pemuda juga melakukan kunjungan dan dialog dengan pengurus masing-masing rumah ibadah.

Dialog tersebut, menjadi ruang saling mengenal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan lintas iman.

Komunitas-NANDUR-a.jpgKomunitas NANDUR sedekah bibit buah pada Haul Gus Dur ke-16 di Masjid Miftahul Falah. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)

“Haul Gus Dur kali ini kami kemas dengan cara yang sederhana tapi bermakna. Ada dialog, ada perjumpaan, lalu ditutup dengan penanaman bibit buah di sekitar rumah ibadah,” jelas Hoirul, Minggu, (4/1/2026).

Langkah Konkret dalam Kebajikan

Sementara itu Founder NANDUR, Mohammad Afifi, menuturkan bahwa sedekah bibit buah ini bukan sekadar peringatan haul, tetapi juga upaya menanamkan nilai keimanan, toleransi dan kesadaran ekologis kepada generasi muda.

“Ini adalah pintu dasar dalam memaknai kebarsamaan, perbedaan tidak cukup kita biarkan begitu saja. Harus ada inisiatif dan langkah kongkret yang harus kita kerjasamakan dalam upaya kebajikan dan kebermanfaatan,” ujarnya.

Afifi menegaskan, konsep sedekah bibit buah ini tidak akan berhenti pada Haul Gus Dur ke-16. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dipertahankan dan dikembangkan dengan jangkauan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak elemen lintas agama dan masyarakat.

“Ini merupakan langkah awal kita untuk sambang-sambung, setelah ini kita akan terus lakukan komunikasi dan perjumpaan guna membuat kegiatan yang jauh berdampak luas bagi kegidupan masyarakat,” tutup Afifi.

Melalui sedekah bibit buah di rumah ibadah lintas agama ini, para pemuda Kalibaru tidak hanya memperingati Haul Gus Dur ke-16, tetapi juga menanam harapan akan tumbuhnya nilai toleransi, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan yang berkelanjutan di tengah keberagaman masyarakat Bumi Blambangan. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Ronny Wicaksono