Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Rekayasa Lalu Lintas Pasar Rogojampi Banyuwangi Selama Ramadan, Polisi Alihkan Kendaraan Roda Empat ke Atas

rekayasa-lalu-lintas-pasar-rogojampi-banyuwangi-selama-ramadan,-polisi-alihkan-kendaraan-roda-empat-ke-atas
Rekayasa Lalu Lintas Pasar Rogojampi Banyuwangi Selama Ramadan, Polisi Alihkan Kendaraan Roda Empat ke Atas

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Anggota Unit Lalu Lintas Polsek Rogojampi melakukan rekayasa arus kendaraan di jalan raya menuju Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/3).

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kemacetan saat volume kendaraan meningkat signifikan menjelang waktu berbuka puasa.

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan selama bulan suci Ramadan, khususnya pada sore hari ketika aktivitas masyarakat di sekitar pasar meningkat tajam.

Di kawasan tersebut setiap hari digelar kegiatan Pasar Takjil Ngerandu Buko yang menjadi magnet warga untuk berburu hidangan berbuka.

Pengalihan untuk Kendaraan Roda Empat ke Atas

Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Gatot Dri Handoko menjelaskan, pengalihan arus diberlakukan khusus bagi kendaraan roda empat ke atas guna mengurangi kepadatan di jalur utama depan pasar.

Dalam skema tersebut, kendaraan dari arah Banyuwangi dialihkan mulai depan Pos Lantas Polsek Rogojampi menuju timur hingga tembus Kantor Pos Rogojampi.

Sementara kendaraan dari arah selatan dialihkan mulai depan kantor pos menuju barat sampai Pos Lantas Polsek Rogojampi.

“Ini untuk semua roda empat ke atas supaya tidak ada kemacetan,” kata Ipda Gatot.

Menurutnya, pengalihan dilakukan mulai pukul 16.00 hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Pada jam tersebut, arus kendaraan dan aktivitas warga cenderung meningkat karena banyak masyarakat yang berbelanja takjil.

Berlaku Selama Ramadan, Bersifat Kondisional

Ipda Gatot menegaskan, rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan hingga akhir bulan Ramadan. Namun, penerapannya tetap bersifat kondisional menyesuaikan situasi di lapangan.

“Kalau waktu mudik biasanya meningkatnya volume kendaraan tidak menentu. Jadi pengalihan juga akan kami sesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Meski demikian, kendaraan besar yang dalam kondisi tertentu terpaksa melewati jalur utama tetap diperbolehkan melintas.

Hal ini karena jalur alternatif yang digunakan memiliki lebar lebih sempit dibanding jalan utama.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Anggota Unit Lalu Lintas Polsek Rogojampi melakukan rekayasa arus kendaraan di jalan raya menuju Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/3).

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kemacetan saat volume kendaraan meningkat signifikan menjelang waktu berbuka puasa.

Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan selama bulan suci Ramadan, khususnya pada sore hari ketika aktivitas masyarakat di sekitar pasar meningkat tajam.

Di kawasan tersebut setiap hari digelar kegiatan Pasar Takjil Ngerandu Buko yang menjadi magnet warga untuk berburu hidangan berbuka.

Pengalihan untuk Kendaraan Roda Empat ke Atas

Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Gatot Dri Handoko menjelaskan, pengalihan arus diberlakukan khusus bagi kendaraan roda empat ke atas guna mengurangi kepadatan di jalur utama depan pasar.

Dalam skema tersebut, kendaraan dari arah Banyuwangi dialihkan mulai depan Pos Lantas Polsek Rogojampi menuju timur hingga tembus Kantor Pos Rogojampi.

Sementara kendaraan dari arah selatan dialihkan mulai depan kantor pos menuju barat sampai Pos Lantas Polsek Rogojampi.

“Ini untuk semua roda empat ke atas supaya tidak ada kemacetan,” kata Ipda Gatot.

Menurutnya, pengalihan dilakukan mulai pukul 16.00 hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Pada jam tersebut, arus kendaraan dan aktivitas warga cenderung meningkat karena banyak masyarakat yang berbelanja takjil.

Berlaku Selama Ramadan, Bersifat Kondisional

Ipda Gatot menegaskan, rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan hingga akhir bulan Ramadan. Namun, penerapannya tetap bersifat kondisional menyesuaikan situasi di lapangan.

“Kalau waktu mudik biasanya meningkatnya volume kendaraan tidak menentu. Jadi pengalihan juga akan kami sesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Meski demikian, kendaraan besar yang dalam kondisi tertentu terpaksa melewati jalur utama tetap diperbolehkan melintas.

Hal ini karena jalur alternatif yang digunakan memiliki lebar lebih sempit dibanding jalan utama.