Pernah Jadi Markas Jepang, Kini Tempat Sabut Kelapa

0
2730

pernahPabrik Gula (PG) Soeko Widi didirikan Belanda tahun 1898 lalu. Seiring pergolakan Perang Dunia II, pabrik tersebut jatuh ke pangkuan tentara Jepang. Masa kemerdekaan, lokasi (PG) itu pun kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kini, gedung eks PG Soeko Widi itu dijadikan pabrik sabut kelapa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BEBERAPA bocah lelaki tampak be gitu asyik bermain sepak bola tanah lapang yang berlokasi di kompleks gedung tua yang berlokasi di Dusun Sukowidi, Kelurahan Kla tak, Kecamatan Kalipuro, Banyu wangi, sore itu (26/8). Pagar tem bok tinggi menjulang seolah ti dak menjadi penghalang mereka un tuk menyalurkan hobi mengolah “si kulit bundar”. Tidak jauh dari lokasi bocahbocah itu bermain sepak bola, terdapat plang bertulisan “PT. Haka Artha Cipta Unggul”. Ditanya pabrik tersebut memproduksi apa?

Seorang bocah dengan enteng me nga takan pabrik itu pabrik seranite yang me ngolah sabut kelapa menjadi bahan isi ka sur. Penasaran dengan ucapan sang bocah, war tawan Jawa Pos Radar Banyuwangi pun mencoba menggali informasi dari war ga sekitar. Sayang, sejumlah warga yang kami tanya mengaku tidak tahu persis sejarah pabrik tersebut. “Orang-orang yang tahu sejarah pabrik tersebut sudah banyak yang sudah meninggal dunia.

Kami yang muda-muda ini tidak tahu sejarahnya,” ujar Niklaas, seorang warga sekitar. Tidak lekas menyerah, “bidikan” kami tujukan kepada budayawan Banyuwangi. Bak gayung bersambut, budayawan Has nan Singodimayan bersedia melayani per tanyaan- pertanyaan kami tentang gedung tua di tepi pantai tersebut. Menurut Hasnan, kompleks gedung tua yang berlokasi tidak jauh dari bibir pantai Du sun Lingkungan Sukowidi itu didirikan pada masa Kolonial Belanda, yakni sekitar ta hun 1898.

“Oleh Belanda, bangunan itu digunakan sebagai pabrik gula, yakni Pa brik Gula Soeko Widi. Makanya ada cerobong asap di kompleks gedung-gedung tua tersebut,” jelasnya. Pada perkembangan selanjutnya, yakni pada masa pendudukan Jepang, kompleks PG Soeko Widi itu jatuh ke tangan pihak Je pang. Gedung-gedung eks kompleks PG Soeko Widi itu pun berubah fungsi men jadi markas tentara Nippon. ‘’Tentara Jepang memilih eks PG Soeko Widi menjadi mar kas, lantaran lokasinya yang strategis,” jelas lelaki yang rambutnya sudah berwarna putih itu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last