Pertama Kali Digelar, Festival Sumping Kopi Pait Berlangsung Meriah

0
260

BANYUWANGI – Festival Sumping Kopi Pait digelar warga Desa Jelun, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (15/12/2018).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dibuka langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, festival yang pertama digelar ini menjadi tontotan baru bagi masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke Banyuwangi untuk berakhir pekan. Ratusan warga dan wisatawan hadir dalam festival tersebut.

Sumping, adalah jajanan yang terbuat dari tepung beras, yang biasa dikenal dengan kue nagasari. Bedanya, warga Jelun membuat kue sumping ini dengan berbagai varian isi. Tidak hanya pisang, namun juga diisi dengan kacang hijau, ketela manis, hingga ketela pohon.

Anas menyampaikan, festival yang mengangkat tradisi lokal ini terus digalakkan dan dikembangkan. Selain untuk melestarikan tradisi, dengan difestivalkan bisa menjadi perekat gotong royong warga.

“Saya bangga dengan masyarakat di sini yang bisa memanfaatkan potensi yang ada menjadi sebuah festival yang menarik. Ini bisa terus menjadi contoh desa-desa lain,” kata Anas.

Festival yang berangkat dari potensi warga setempat ini, lanjut
Anas, diharapkan bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.

“Saya kira ini bisa lebih dikembangkan sehingga bisa menjadi alternatif wisata kuliner tradisional baru di Banyuwangi. Apalagi Desa Jelun berada di kaki Gunung Ijen yang tentunya hawanya masih segar dan daerahnya masih alami. Pasti menarik untuk wisatawan,” ujar Anas.

Jajanan sumping biasanya disuguhkan saat hajatan atau lebaran saja. Dalam festival ini, warga setempat mengenalkan cara menikmati kue sumping ala Desa Jelun. Kudapan sumping dinikmati bareng secangkir kopi hitam yang rasanya pahit. Makanya, festival ini diberi nama Festival Sumping Kopi Pait.

“Bila ingin kopi yang rasanya manis, kita menawarkan gula aren untuk pemanisnya. Bukan gula putih, karena gula aren adalah khas desa kami,” imbuh tokoh masyarakat Desa Jelun, Nasrudin Sarkawi.

Di festival ini, juga bisa ditemukan aneka makanan khas Desa Jelun lainnya. Mulai nasi keruk, pecelan, urap-urap, semanggi kukus, pepesan belut hingga semur jengkol. Tak hanya itu, jajanan lainnya seperti cenil, cendol, rujak kecut dan buah-buahan yang menjadi andalan juga disajikan.

Festival Sumping Kopi Pait di Kecamatan Licin, Banyuwangi ini berlangsung mulai Jumat (14/12) hingga Minggu (16/12), dari pukul 08.00 – 22.00 Wib.

Loading...