sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda wilayah Banyuwangi kembali menimbulkan dampak di sejumlah lokasi.
Kali ini, sebuah pohon tumbang di jalur menuju kawasan Wisata Alam (TWA) Ijen dan menimpa kabel telekomunikasi.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Sengkan Slamet, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, pada Rabu dini hari (5/3) sekitar pukul 02.30.
Batang pohon yang roboh bahkan sempat melintang di badan jalan sehingga mengganggu akses kendaraan yang melintas menuju kawasan wisata Gunung Ijen.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tamansari, Dedy, mengatakan bahwa pohon tumbang terjadi saat angin kencang melanda wilayah tersebut pada dini hari.
Menurutnya, peristiwa tersebut berlangsung cukup cepat karena angin datang secara tiba-tiba.
“Kejadiannya sekitar pukul 02.30. Tidak ada korban jiwa, semuanya aman,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, batang pohon yang roboh sempat menutup sebagian badan jalan sehingga kendaraan yang melintas menuju kawasan wisata Ijen mengalami hambatan.
Selain menghalangi jalan, pohon yang tumbang juga menimpa kabel telekomunikasi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan dari warga, pihak pemerintah Kecamatan Licin bersama BUMDes Tamansari langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas bersama warga kemudian melakukan pemotongan batang pohon yang melintang di badan jalan.
“Tim dari Pemerintah Kecamatan Licin bersama BUMDes melakukan pemotongan kayu yang melintang agar tidak menghalangi jalan,” kata Dedy.
Page 2
Page 3
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana hingga akhirnya batang pohon yang menghalangi jalan berhasil dipinggirkan.
Setelah proses pembersihan selesai, akses jalan menuju kawasan wisata Ijen kembali dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir diketahui berkaitan dengan aktivitas beberapa bibit siklon tropis di wilayah sekitar Indonesia.
Berdasarkan pantauan dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, angin kencang yang terjadi sejak Rabu (4/3) hingga Kamis (5/3) dipengaruhi oleh dinamika atmosfer di kawasan Samudra Hindia dan wilayah utara Australia.
BMKG mencatat adanya beberapa bibit siklon tropis yang berpotensi memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 90S terpantau berada di Samudra Hindia selatan wilayah Banten hingga Jawa Barat dan berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Selain itu, terdapat pula Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi berada di wilayah barat laut Australia.
Sementara Bibit Siklon Tropis 92P terpantau berada di kawasan Teluk Carpentaria di selatan Papua Selatan.
Keberadaan beberapa bibit siklon tersebut menyebabkan peningkatan gradien tekanan udara yang cukup signifikan.
Kondisi tersebut berpotensi memperkuat kecepatan angin di permukaan serta memicu terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Cuaca ekstrem yang dimaksud antara lain berupa angin kencang, hujan lebat, hingga gelombang laut dengan ketinggian sedang sampai tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Partana, mengatakan bahwa dampak angin kencang tidak hanya terjadi di satu lokasi saja.
BPBD Banyuwangi mencatat sejumlah kejadian pohon tumbang yang tersebar di berbagai wilayah di Banyuwangi.
“Secara keseluruhan BPBD mencatat pohon tumbang terjadi di 13 titik lokasi di Banyuwangi,” ujar Partana.
Menurutnya, tim BPBD telah dikerahkan ke berbagai lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan akses jalan yang sempat terganggu dapat kembali normal.







