Polsek Muncar Gagalkan Trafficking

0
475
DIINTEROGRASI: Mama Ella menutupi wajahnya saat ditanya Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, kemarin. Wanita ini disangka sebagai pelaku trafficking.
DIINTEROGRASI: Mama Ella menutupi wajahnya saat ditanya Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, kemarin. Wanita ini disangka sebagai pelaku trafficking.

Hendak Dikirim ke Sampit sebagai Pekerja Kafe


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MUNCAR- Aparat Polsek Muncar berhasil menggagalkan kasus trafficking (perdagangan manusia) yang hendak diberangkatkan ke Kota Sampit, Kalimantan Tengah, kemarin malam. Seorang perempuan berinisial KH, 43, warga Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, yang diduga sebagai pelaku trafficking terpaksa ditahan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Terbongkarnya kasus dugaan trafficking itu bermula ketika DS, salah seorang suami korban asal Dusun Kepatihan Kedaleman, Desa/Kecamatan Rogojampi, yang baru saja menikah sekitar dua bulan lalu melapor kepada polisi bahwa istrinya, UR, 27, telah meninggalkan rumah tanpa pamit pada 28 Agustus lalu. Selanjutnya, pelapor mendapati informasi dari seorang tukang ojek yang mengantarnya ke rumah salah seorang perempuan berinisial KH.

Loading...

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata istri pelapor ditemukan di rumah KH bersama enam wanita lain, yaitu RA, 27, IW 29, warga Muncar Baru, Desa Tembokrejo. Selain itu, juga ada YM, 22, warga Dusun Krajan, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, IS, 36, Dusun Krajan, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi;  SU 22, warga Kampung Asei Kecil, Sentani Timur, Jayapura, dan MU, 29, Warga Dusun Krajan, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojmapi.

Keenam wanita tersebut rencananya akan berangkat ke Sampit, Kalimantan Tengah, mengendarai travel hingga Bandara Juanda. Lantaran petugas curiga, ketujuh wanita dan KH langsung dimintai keterangan di Mapolsek Muncar. Alhasil, ketujuh wanita tersebut mengaku akan dipekerjakan di sebuah kafe milik KH di Sampit, Kalimantan Tengah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2