sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.
Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di teras sebuah ruko kosong pada Kamis malam (5/3).
Korban diketahui bernama Jumari, 64, warga Desa Bulusari, Kecamatan Purwoharjo. Saat ditemukan warga, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan jasad tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena sebelumnya korban masih terlihat duduk santai di lokasi yang sama beberapa jam sebelum meninggal dunia.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Slamet Hariyanto.
Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, Slamet melihat korban duduk di kursi semen yang berada di teras ruko kosong sambil menyantap nasi.
“Waktu itu saksi hendak pergi salat Magrib. Korban terlihat duduk di kursi semen di depan ruko kosong sambil makan nasi,” jelas AKP Dwi Wijayanto.
Setelah menunaikan salat Magrib, Slamet pulang ke rumahnya untuk berbuka puasa. Saat itu ia tidak lagi memperhatikan keberadaan korban.
Namun sekitar pukul 19.00 WIB, Slamet kembali keluar rumah dan melihat korban masih berada di tempat yang sama. Saat didekati, korban terlihat tertidur di kursi tersebut.
Merasa curiga, Slamet kemudian mencoba membangunkan korban. Namun beberapa kali dipanggil, korban tidak memberikan respons sama sekali.
“Karena korban tidak merespons saat dibangunkan, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian menghubungi pihak kepolisian serta petugas medis untuk memastikan kondisi korban.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Gambiran bersama tenaga medis dari Puskesmas Jajag langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
Page 2
Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang AKP Dwi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas memperkirakan korban meninggal dunia kurang dari tiga jam sebelum ditemukan warga.
Polisi menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Namun untuk memastikan penyebab pasti kematian, seharusnya perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui proses otopsi.
Meski demikian, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
“Untuk mengetahui secara detail memang perlu dilakukan bedah mayat atau otopsi. Namun pihak keluarga menolak, sehingga jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan warga sekitar, korban diketahui sudah berada di wilayah Desa Jajag selama beberapa hari terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia.
Diduga, korban datang ke daerah tersebut setelah meninggalkan rumahnya.
“Menurut warga, korban sudah berada di wilayah Jajag sekitar lima hari,” kata Kapolsek.
Polisi menduga korban sedang memiliki masalah pribadi sehingga memilih meninggalkan rumah dan berada di wilayah tersebut selama beberapa hari.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Jumari kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bulusari, Kecamatan Purwoharjo.
Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi kejadian. Namun setelah proses evakuasi selesai, situasi kembali kondusif. (why/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.
Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di teras sebuah ruko kosong pada Kamis malam (5/3).
Korban diketahui bernama Jumari, 64, warga Desa Bulusari, Kecamatan Purwoharjo. Saat ditemukan warga, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan jasad tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena sebelumnya korban masih terlihat duduk santai di lokasi yang sama beberapa jam sebelum meninggal dunia.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat bernama Slamet Hariyanto.
Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, Slamet melihat korban duduk di kursi semen yang berada di teras ruko kosong sambil menyantap nasi.
“Waktu itu saksi hendak pergi salat Magrib. Korban terlihat duduk di kursi semen di depan ruko kosong sambil makan nasi,” jelas AKP Dwi Wijayanto.
Setelah menunaikan salat Magrib, Slamet pulang ke rumahnya untuk berbuka puasa. Saat itu ia tidak lagi memperhatikan keberadaan korban.
Namun sekitar pukul 19.00 WIB, Slamet kembali keluar rumah dan melihat korban masih berada di tempat yang sama. Saat didekati, korban terlihat tertidur di kursi tersebut.
Merasa curiga, Slamet kemudian mencoba membangunkan korban. Namun beberapa kali dipanggil, korban tidak memberikan respons sama sekali.
“Karena korban tidak merespons saat dibangunkan, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian menghubungi pihak kepolisian serta petugas medis untuk memastikan kondisi korban.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Gambiran bersama tenaga medis dari Puskesmas Jajag langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.







