Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Protes Kreatif Warga Sembulung Berbuah Manis, Paving Jalan Mulai Dipasang Usai ‘Candi Paving’ Dibongkar

protes-kreatif-warga-sembulung-berbuah-manis,-paving-jalan-mulai-dipasang-usai-‘candi-paving’-dibongkar
Protes Kreatif Warga Sembulung Berbuah Manis, Paving Jalan Mulai Dipasang Usai ‘Candi Paving’ Dibongkar

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Protes dengan cara kreatif yang dilakukan warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, akhirnya berbuah manis.

Paving-paving yang sempat mangkrak selama sekitar satu tahun terakhir kini mulai dipasang. Proses pavingisasi jalan dimulai sejak Selasa (10/2).

Seiring dimulainya pengerjaan, warga setempat dengan rela membongkar susunan paving yang sebelumnya mereka tata hingga menyerupai bangunan candi.

Meski “candi paving” tersebut menjadi simbol protes damai warga, pembongkaran dilakukan dengan penuh keikhlasan karena tuntutan mereka akhirnya ditindaklanjuti.

Hari Susanto, 53, warga Dusun Tempusari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, mengatakan bahwa material untuk pavingisasi sudah mulai didatangkan sejak Minggu (8/2). Selanjutnya, pengerjaan pemasangan paving dimulai pada Selasa (10/2).

“Pasirnya sudah datang sejak Minggu. Untuk pekerjanya adalah warga setempat,” ujar Hari.

Menurut dia, warga sepakat candi paving yang dibangun sebelumnya boleh dibongkar dengan satu syarat, yakni paving tersebut langsung dipasang di jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Karena itu, seiring proses pavingisasi berjalan, satu per satu candi paving mulai dirobohkan.

“Kami ikhlas, yang penting langsung dipasang. Alhamdulillah tadi (kemarin) satu candi sudah dibongkar untuk dipasang di jalan,” tuturnya.

Hari menjelaskan, ide pembangunan candi paving bermula secara spontan.

Awalnya, sejumlah anak-anak di lingkungan setempat bermain dengan paving dan menyusunnya hingga menyerupai candi berukuran kecil.

Melihat hal itu, ia kemudian berinisiatif merapikan dan menyusun paving tersebut menjadi bangunan menyerupai candi berukuran lebih besar.

Karena bentuknya dinilai menarik dan unik, warga sekitar pun mendukung inisiatif tersebut.

Setiap malam, masyarakat berkumpul untuk menyusun paving menjadi candi sebagai simbol kekecewaan atas proyek pavingisasi jalan yang tak kunjung dikerjakan.


Page 2

“Karena terlihat lebih bagus, akhirnya banyak warga yang membantu. Jadi setiap malam kami kumpul membangun candi paving sebagai bentuk protes damai,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Tempusari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, menyalurkan aspirasinya dengan cara unik dan kreatif.

Sebagai bentuk protes atas lambannya pavingisasi jalan, mereka menyusun paving blok hingga menyerupai bangunan candi.

Paving blok tersebut sejatinya akan dipasang di jalan menuju masjid di dusun setempat. Namun, material paving tersebut dibiarkan mangkrak selama kurang lebih satu tahun tanpa kejelasan pengerjaan.

Salah satu warga setempat, Heri Susanto, mengatakan bahwa pembuatan candi dari paving merupakan inisiatif dan kreativitas warga untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak terkait.

“Ini bentuk protes warga sekitar. Paving tersebut sudah menumpuk selama kurang lebih satu tahun. Daripada mangkrak, akhirnya kami buat candi,” ujarnya.

Kini, dengan dimulainya proses pavingisasi jalan, warga berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga akses menuju masjid dan aktivitas masyarakat kembali lancar.

Protes kreatif yang dilakukan pun menjadi bukti bahwa aspirasi warga dapat disampaikan secara damai, unik, dan bermartabat. (why/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Protes dengan cara kreatif yang dilakukan warga Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, akhirnya berbuah manis.

Paving-paving yang sempat mangkrak selama sekitar satu tahun terakhir kini mulai dipasang. Proses pavingisasi jalan dimulai sejak Selasa (10/2).

Seiring dimulainya pengerjaan, warga setempat dengan rela membongkar susunan paving yang sebelumnya mereka tata hingga menyerupai bangunan candi.

Meski “candi paving” tersebut menjadi simbol protes damai warga, pembongkaran dilakukan dengan penuh keikhlasan karena tuntutan mereka akhirnya ditindaklanjuti.

Hari Susanto, 53, warga Dusun Tempusari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, mengatakan bahwa material untuk pavingisasi sudah mulai didatangkan sejak Minggu (8/2). Selanjutnya, pengerjaan pemasangan paving dimulai pada Selasa (10/2).

“Pasirnya sudah datang sejak Minggu. Untuk pekerjanya adalah warga setempat,” ujar Hari.

Menurut dia, warga sepakat candi paving yang dibangun sebelumnya boleh dibongkar dengan satu syarat, yakni paving tersebut langsung dipasang di jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Karena itu, seiring proses pavingisasi berjalan, satu per satu candi paving mulai dirobohkan.

“Kami ikhlas, yang penting langsung dipasang. Alhamdulillah tadi (kemarin) satu candi sudah dibongkar untuk dipasang di jalan,” tuturnya.

Hari menjelaskan, ide pembangunan candi paving bermula secara spontan.

Awalnya, sejumlah anak-anak di lingkungan setempat bermain dengan paving dan menyusunnya hingga menyerupai candi berukuran kecil.

Melihat hal itu, ia kemudian berinisiatif merapikan dan menyusun paving tersebut menjadi bangunan menyerupai candi berukuran lebih besar.

Karena bentuknya dinilai menarik dan unik, warga sekitar pun mendukung inisiatif tersebut.

Setiap malam, masyarakat berkumpul untuk menyusun paving menjadi candi sebagai simbol kekecewaan atas proyek pavingisasi jalan yang tak kunjung dikerjakan.