sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah kembali mendorong percepatan infrastruktur di kawasan timur Indonesia melalui proyek strategis Jalan Tol Mamminasata.
Ruas tol sepanjang 34,5 kilometer ini dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan metropolitan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).
Berdasarkan data resmi yang ditampilkan dalam portal SIMPUL KPBU milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek ini ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Tol Mamminasata diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi logistik sekaligus pengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kota Makassar.
Panjang 34,5 Km, Terbagi Lima Seksi
Secara teknis, proyek Jalan Tol Mamminasata memiliki panjang total 34,5 kilometer dengan konfigurasi 2×3 lajur.
Spesifikasi utama meliputi:
- Lebar lajur awal: 3,6 meter
- Kecepatan rencana: 80 km/jam
- 4 simpang susun
- 5 on/off ramp
- Terbagi dalam 5 seksi pembangunan
Adapun pembagian seksi meliputi:
- Seksi 1: SS Maros – SS Maros Baru
- Seksi 2: SS Maros Baru – SS Mandai
- Seksi 3: SS Mandai – SS Bontomaranau
- Seksi 4: SS Bontomaranau – SS Bajeng
- Seksi 5: SS Bajeng – SS Galesong
Ruas ini diharapkan mempercepat pergerakan barang dan jasa tanpa harus melewati pusat kota yang kerap padat.
Skema DBFOMT, Andalkan Pendapatan Tol
Proyek ini menggunakan skema kontrak Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT).
Artinya, badan usaha akan bertanggung jawab mulai dari desain, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, hingga pemeliharaan sebelum akhirnya diserahkan kembali ke pemerintah.
Sumber pengembalian investasi berasal dari user charge atau tarif tol.
Dalam dokumen proyek disebutkan pula bahwa dukungan penjaminan pemerintah akan diajukan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) guna meningkatkan kepercayaan investor.
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id
Page 2
EIRR 28,59 Persen, Proyek Dinilai Layak
Dari sisi kelayakan ekonomi dan finansial, proyek ini menunjukkan indikator yang cukup kuat.
Beberapa parameter utama yang tercantum:
- EIRR (Economic Internal Rate of Return): 28,59 persen
- ENPV (Economic Net Present Value): Rp190 miliar
- FIRR (Financial Internal Rate of Return): 11,28 persen
- FNPV (Financial Net Present Value): Rp1,17 triliun
- WACC: 10,28 persen
Nilai EIRR di atas 20 persen menandakan proyek ini dinilai layak secara ekonomi karena memberikan manfaat signifikan terhadap pertumbuhan wilayah.
Sementara FNPV yang menembus Rp1,17 triliun menunjukkan potensi keuntungan finansial dalam jangka panjang bagi investor.
Dongkrak Ekonomi Kawasan Mamminasata
Secara strategis, tol ini dirancang untuk mendukung pengembangan kawasan metropolitan Mamminasata sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.
Kehadiran tol diharapkan mampu:
- Mempercepat distribusi logistik dari dan ke Pelabuhan Makassar
- Mengurangi beban lalu lintas dalam kota
- Meningkatkan efisiensi waktu tempuh
- Menarik investasi baru di sektor industri dan properti
Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan penyangga seperti Maros dan Takalar diproyeksikan berkembang lebih pesat.
Bagian dari Strategi Infrastruktur Nasional
Proyek Tol Mamminasata menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaringan jalan tol di luar Pulau Jawa.
Skema KPBU dipilih untuk mempercepat realisasi proyek tanpa sepenuhnya membebani APBN.
Model kerja sama ini juga membuka peluang partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.
Jika terealisasi sesuai rencana, Jalan Tol Mamminasata tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dalam jangka panjang. (*)
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah kembali mendorong percepatan infrastruktur di kawasan timur Indonesia melalui proyek strategis Jalan Tol Mamminasata.
Ruas tol sepanjang 34,5 kilometer ini dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan metropolitan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).
Berdasarkan data resmi yang ditampilkan dalam portal SIMPUL KPBU milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek ini ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Tol Mamminasata diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi logistik sekaligus pengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kota Makassar.
Panjang 34,5 Km, Terbagi Lima Seksi
Secara teknis, proyek Jalan Tol Mamminasata memiliki panjang total 34,5 kilometer dengan konfigurasi 2×3 lajur.
Spesifikasi utama meliputi:
- Lebar lajur awal: 3,6 meter
- Kecepatan rencana: 80 km/jam
- 4 simpang susun
- 5 on/off ramp
- Terbagi dalam 5 seksi pembangunan
Adapun pembagian seksi meliputi:
- Seksi 1: SS Maros – SS Maros Baru
- Seksi 2: SS Maros Baru – SS Mandai
- Seksi 3: SS Mandai – SS Bontomaranau
- Seksi 4: SS Bontomaranau – SS Bajeng
- Seksi 5: SS Bajeng – SS Galesong
Ruas ini diharapkan mempercepat pergerakan barang dan jasa tanpa harus melewati pusat kota yang kerap padat.
Skema DBFOMT, Andalkan Pendapatan Tol
Proyek ini menggunakan skema kontrak Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT).
Artinya, badan usaha akan bertanggung jawab mulai dari desain, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, hingga pemeliharaan sebelum akhirnya diserahkan kembali ke pemerintah.
Sumber pengembalian investasi berasal dari user charge atau tarif tol.
Dalam dokumen proyek disebutkan pula bahwa dukungan penjaminan pemerintah akan diajukan melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) guna meningkatkan kepercayaan investor.
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id







