Ribuan Pelari Ikuti Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019

0
138
Foto: detik

BANYUWANGI – Event sporttourism Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019 berlangsung meriah, Minggu (23/6/2019). Kompetisi lari yang menyuguhkan trek perkebunan ini diikuti ribuan pelajar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari detikcom, mengambil start di kawasan wana wisata Sumbermanis, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, ribuan peserta ini menempuh jarak lima kilometer dengan rute yang menantang. Mereka berlari menembus hutan Gombengsari dan menyusuri rapatnya rerimbunan pohon mahoni dan pinus.

Adapun trek yang harus dilalui naik turun, terjal, berbatu, terkadang licin, becek, dan terhalang akar pohon. Namun udara yang sejuk sangat membantu peserta menjaga staminanya.

“Ini bagian dari respon kita terhadap keinginan milenial. Mereka menyukai dua hal. Pertama olahraga, dan kedua budaya. Karena itu kita gelar beberapa kegiatan berbasis budaya dan alam. Salah satunya Gombengsari Plantation Run ini,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat membuka acara lari tersebut.

Event ini juga mengakomodir potensi lokal. Sebab Gombengsari memiliki potensi lokal yang kuat. Selain alamnya yang indah, Gombengsari juga terkenal dengan kopi dan susu kambing ettawa.

“Berbekal potensi yang kami miliki, Banyuwangi terus menggarap sporttourisme, olahraga berbalut pariwisata dengan memanfaatkan kekayaan alam kami,” kata Bupati Anas.

“Tahun ini ada 12 event sporttourisme, antara lain yang akan dihelat dalam waktu dekat adalah Durian Cycling, Savana duathlon, hingga Tour de Ijen,” imbuhnya.

Gombengsari, lanjut Bupati Anas, bisa menerapkan pariwisata berbasis rakyat dan kearifan lokal. Ini akan lebih kuat jika dibanding wisata buatan yang kadang memaksakan apa yang tidak sesuai dengan tradisi atau pengembangan masyarakat di tingkat lokal.

“Kami akan dorong halal friendly tourism yang berbasis plantation tumbuh di tempat ini. Saya senang datang ke sini. Pengembangan kerajinannya juga luar biasa,” ujar Bupati Anas.

Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019 ini terdiri dari kategori pelajar SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada kategori umum yang ikut memeriahkan kompetisi ini.

Untuk juara kategori SD putra diraih Rizki Sugiarto dari SDN Bakungan Glagah. Juara SD putri, Dwi Ainun R dari SDN 2 Gumirih, Singojuruh.

Di kategori SMP putra diraih Wahyu Hidayat dari SMP 2 Genteng, dan Innes Aditya dari SMP 2 Banyuwangi di kategori putri.

Sementara kategori SMA putra dijuarai oleh Anggi F dari SMA Muhamadiyah 2 dan Ernofian dari SMA 2 Genteng di kategori putri.

Juara kategori umum putra diraih oleh Buang dari Kecamatan Kalipuro. Di kategori putri juara diraih Sarah Adnanova, peserta Bea Siswa Budaya Indonesia (BSBI) asal Republik Ceko.

“Saya tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Saya lihat tadi semuanya berlari dengan kencang, terutama anak-anak. Treknya asik, menantang. Ini pengalaman seru bagi peserta seperti saya, menjajal kompetisi lari di negeri orang,” kata Sarah.

Rasa senang juga diungkapkan oleh Wahyu Hidayat, juara 1 di kategori SMP putra.

“Saya memang rutin berlatih lari. Namun di Gombengsari ini tantangan tersendiri buat saya yang biasa berlatih di jalan aspal. Syukur bisa menang juga di trek pegunungan,” sambungnya.

Loading...

There were no listings found.