RM Djoyo Poernomo Ajarkan Islam di Wilayah Tojo

0
5737

LOKASI makam RM. Djoyo Poernomo di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, cukup mudah ditemukan. Menuju makam, ada gapura yang memberi tanda tempat makam tokoh asal Jogjakarta itu. Kompleks makam dipagari dinding setinggi orang dewasa.

Di tempat itu ada beberapa bangunan, seperti banguan joglo yang berisi makam, tempat peristirahatan peziarah, dan sebuah musala. Selain itu, di sisi utara juga ada tiga buah kolam, dua di antaranya berukuran cukup besar. RM. Djoyo Purnomo, atau orang sekitar menyebut Mbah Joyo, salah satu tokoh utama yang dimakamkan di tempat tersebut.

“Nama lain dari Mbah Joyo itu Markam Kasan Munodjo,” cetus Sulastri, cucu dari adik Mbah Joyo yang bernama Joyo Sekti Imam Tabri.  RM. Djoyo itu lahir di Mataram atau Jogjakarta. Sebelum tiba di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, sempat tinggal di daerah Blitar, Malang, dan akhirnya di Banyuwangi.

“Mbah Djoyo itu pengikutnya Pangeran Diponegoro,” terangnya. Saat pertama tiba di Blambangan, dia sempat menetap di Sumber wadung, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.“Saat dikejar Belanda, di Sumberwadung ada makam Mbah Djoyo, itu hanya untuk mengelabui Belanda,” ungkapnya.

Loading...

Di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Mbah Djoyo mendirikan padepokan. Melalui bukunya Purwo Ayu Mardi Utomo, dia mengajak masyarakat dan pengikutnya berbuat baik. “Buku itu menjelaskan Alquran. Orang Jawa banyak yang tidak bisa bahasa Arab.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2