sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib apes menimpa Nawawi, 46, warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Rumah yang ditempatinya seorang diri ambruk setelah tertimpa pohon bayur berukuran besar pada Minggu sore (1/3).
Peristiwa tersebut terjadi setelah angin berembus cukup kencang sejak Minggu pagi di wilayah Desa Jambewangi dan sekitarnya.
Hembusan angin yang terus menerus membuat pohon bayur yang tumbuh di belakang rumah Nawawi akhirnya tumbang dan menimpa bangunan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat angin semakin kencang, Nawawi memilih menjauh dari bangunan rumahnya.
Dapur Rusak Parah, Atap Asbes Hancur
Anggota Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Ismanto menjelaskan, bagian rumah yang paling parah terdampak adalah dapur. Struktur dapur diketahui bukan bangunan permanen berbahan semen.
“Bangunannya memang semi permanen. Menurut informasi, rumah itu bantuan bedah rumah,” ujarnya.
Atap rumah yang menggunakan asbes hancur akibat tertimpa batang pohon. Material ringan tersebut tidak mampu menahan beban pohon bayur yang cukup besar.
Ismanto menambahkan, lingkungan sekitar rumah Nawawi memang dipenuhi pohon-pohon berukuran besar. Kondisi ini meningkatkan risiko saat terjadi angin kencang maupun cuaca ekstrem.
“Karena itu, saat ada angin kencang Nawawi segera menjauh dari bangunan. Warga kemudian datang membantu memotong batang pohon yang ambruk,” ucapnya.
BPBD dan Desa Ajukan Bantuan Renovasi
Kepala Dusun Krajan Desa Jambewangi Agung Tricahyono mengatakan, pihaknya bersama BPBD telah melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah korban.
Pendataan dilakukan untuk mengajukan bantuan renovasi.
“Sudah bersama BPBD untuk mendata kerusakan, kami juga sudah mengajukan bantuan renovasi dibantu oleh BPBD,” terangnya.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib apes menimpa Nawawi, 46, warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Rumah yang ditempatinya seorang diri ambruk setelah tertimpa pohon bayur berukuran besar pada Minggu sore (1/3).
Peristiwa tersebut terjadi setelah angin berembus cukup kencang sejak Minggu pagi di wilayah Desa Jambewangi dan sekitarnya.
Hembusan angin yang terus menerus membuat pohon bayur yang tumbuh di belakang rumah Nawawi akhirnya tumbang dan menimpa bangunan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat angin semakin kencang, Nawawi memilih menjauh dari bangunan rumahnya.
Dapur Rusak Parah, Atap Asbes Hancur
Anggota Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Ismanto menjelaskan, bagian rumah yang paling parah terdampak adalah dapur. Struktur dapur diketahui bukan bangunan permanen berbahan semen.
“Bangunannya memang semi permanen. Menurut informasi, rumah itu bantuan bedah rumah,” ujarnya.
Atap rumah yang menggunakan asbes hancur akibat tertimpa batang pohon. Material ringan tersebut tidak mampu menahan beban pohon bayur yang cukup besar.
Ismanto menambahkan, lingkungan sekitar rumah Nawawi memang dipenuhi pohon-pohon berukuran besar. Kondisi ini meningkatkan risiko saat terjadi angin kencang maupun cuaca ekstrem.
“Karena itu, saat ada angin kencang Nawawi segera menjauh dari bangunan. Warga kemudian datang membantu memotong batang pohon yang ambruk,” ucapnya.
BPBD dan Desa Ajukan Bantuan Renovasi
Kepala Dusun Krajan Desa Jambewangi Agung Tricahyono mengatakan, pihaknya bersama BPBD telah melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah korban.
Pendataan dilakukan untuk mengajukan bantuan renovasi.
“Sudah bersama BPBD untuk mendata kerusakan, kami juga sudah mengajukan bantuan renovasi dibantu oleh BPBD,” terangnya.








