Beranda Pemerintahan Semangka Tembus Eropa dan Timteng

Semangka Tembus Eropa dan Timteng

0
336
Ikrori Hudanto

BANYUWANGI – Kualitas komoditas hortikultura Banyuwangi ternyata mampu bersaing di pasar internasional. Dalam satu minggu, buah semangka asal Kota Gandrung diserap pasar internasional hingga 50 ton. Selain buah semangka, komoditas hortikultura lain yang landing di pasar internasional adalah manggis. Saat ini,manggis berhasil memasuki pasar China, Hongkong, Singapore, dan Eropa. Semangka berhasil menembus pasar Singapore, China, Abu Dhabi dan Eropa.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kemarin malam (11/4), ke-lompok tani hortikultura Bina Usaha Tani mengekspor 50 ton semangka dan 20 ton manggis ke pasar China, Hongkong, Singapore, Abu Dhabi, dan Eropa. Kepala Dinas Pertanian, Ke-hutanan, dan Perkebunan (PKP) Ikrori Hudanto menje-laskan, pemkab memfasilitasi kerja sama kelompok tani hor-tikultura dengan PT. Alaman-da, Bandung, selaku ekspor-ter.

Loading...

Atas kerja sama itu, pro-duksi hortikultura petani suk-ses memasuki pasar inter-nasional. “PT. Alamanda, Bandung, siap mengirim se-mangka Banyuwangi seba-nyak 50 ton dalam seminggu,’’ ungkap Ikrori. Dua hari lalu, Direktur Utama PT. Alamanda, Qomar, datang ke Banyuwangi untuk melihat langsung potensi komoditas hortikultura. Banyuwangi me-miliki potensi produksi hortikultura yang sangat besar.

Luas lahan untuk komoditas buah semangka mencapai 1.241 hektare dengan jumlah produksi 27.302 ton per tahun. Luas lahan komoditas buah manggis mencapai 1.422 hektare. Hasil produksi buah manggis dalam satu tahun 60.577 ton. Sebagian besar hasil produksi dua komoditas itu berhasil bersaing di pasar internasional. Soal harga, manggis dengan kualitas A1 dihargai Rp 10 ribu per satu kilogram.

Manggis kualitas A super harganya mencapai Rp 8000. “Buah semangka dengan kualitas ekspor harganya Rp 2000 per satu kilogram,” ungkap Ikrori. Untuk meningkatkan volume ekspor hasil produksi hortikul-tura, ungkap Ikrori, dinas PKP melakukan berbagai langkah, di antaranya mengembangkan kawasan dan menata kebun, memperbaiki mutu, menguat-kan sistem informasi, menguatkan kemitraan, dan menangani pascapanen. “Kita juga membantu promosi dan akselerasi akses pembiayaan dan kemitra-an,’’ tegasnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!