Tahun 2017 Kuatkan Perekonomian Rakyat

0
394
bupati-anas-menyampaikan-paparan-tentang-rencana-kolaborasi-program-pelatihan-pemkab-banyuwangi-dengan-smk-kemarin
Bupati Anas menyampaikan paparan tentang rencana kolaborasi Program pelatihan Pemkab Banyuwangi dengan SMK kemarin.

Integrasikan 400 Program Pelatihan dengan Siswa SMK


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kini tengah menyiapkan sejumlah program strategis untuk mengantisipasi kondisi ekonomi global yang masih lesu di tahun 2017 mendatang. Salah satunya dengan mengolaborasikan program pelatihan yang digeber satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan  sekolah-sekolah vokasi alias sekolah berbasis pendidikan keahlian SMK se-Bumi Blambangan.

Dengan berkolaborasi dengan sekolah vokasi, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK), program-program pelatihan yang di selenggarakan SKPD di lingkungan Pemkab Banyuwangi lebih terukur dan tepat sasaran. Tujuan lain, kolaborasi itu juga dimaksudkan  untuk semakin mengembangkan  ekonomi kreatif berbasis desa.

Sebelum kolaborasi tersebut di intensifkan mulai awal tahun depan, Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar rapat koordinasi  (rakor) dengan lintas elemen kemarin (27/9). Selain para sekolah  SMK, baik negeri maupun swasta, rakor yang digelar di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi itu juga diikuti perwakilan kampus dan kepala SKPD terkait.

Bukan itu saja, pihak Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (Askab), kalangan perbankan, hingga para anggota Komisi IV DPRD juga hadir pada forum kali ini. Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, ikut urun rembug pada kesempatan tersebut.

Bupati Anas mengatakan, berdasar analisis para pakar ekonomi, kondisi perekonomian global dan nasional cenderung sulit tahun depan. “Karena  itu, tidak ada cara lain kecuali  menguatkan pereko no mian rakyat,  terutama melalui ekonomi kreatif  berbasis desa,” ujarnya.

Untuk mendukung penguatan ekonomi kreatif berbasis desa tersebut, kata Anas, kini saatnya lintas elemen bergerak bersama. Menurut dia, dengan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa, dampak ekonomi akan  dirasakan langsung oleh rakyat.

Menurut Anas, jumlah SMK di Banyuwangi cukup banyak, yakni 72 sekolah. Dari 72 SMK tersebut, setiap tahun menghasilkan kurang lebih 8.500 lulusan. “Lulusan SMK  8.500 orang itu merupakan calon, bisa calon orang sukses, bisa juga  calon pengangguran. Tugas kita  bersama memfasilitasi mereka agar mampu mengakses lapangan kerja atau pun membuka usaha  sendiri,” kata dia.

Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi setiap tahun memiliki sekitar 400 program pelatihan yang diselenggarakan SKPD-SKPD. Selama ini program-program pelatihan tersebut menyasar masyarakat umum. “Mulai  2017 pelatihan-pelatihan itu akan saya integrasikan dengan pelajar SMK, khususnya siswa kelas 11 dan 12. Sehingga hasil dari pelatihan ini lebih optimal,” cetus Anas.

Untuk itu, Anas telah meminta basis data dari Dinas Pendidikan (Dispendik) terkait jurusan dan jumlah masing-masing siswa SMK yang akan diintegrasikan dengan pelatihan yang dilakukan SKPD   di desa-desa se-Banyuwangi. “Berapa jurusan multimedia, pariwisata, tata boga, dan lain-lain, saya minta dihitung semuanya. Mereka jadi pengungkit ekonomi  kreatif berbasis desa,” kata Anas.

Apalagi, imbuh Anas, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) juga telah bekerja sama dengan pemkab untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Banyuwangi. “Jika Bekraf sudah turun ke desa-desa di Banyuwangi, tentu hasilnya lebih   bagus. Awal bulan depan kita tanda tangani kerja sama dengan Bekraf,  mereka akan bantu ekonomi kreatif di Banyuwangi,” kata Anas.

Sementara itu, Ketua Askab, Agus Tarmidzi, menyambut baik program kolaborasi pemkab dan SMK di  Banyuwangi. Sebab menurut dia, selama ini desa kerap kali ke sulitan merekrut tenaga teknologi informasi (TI), tenaga akuntansi, dan lain-lain.

“Jadi, menurut kami, anak-anak SMK bisa langsung praktik e-village budgeting. Setelah itu, mereka bisa kami rekrut menjadi tenaga e-VB di desa,” kata dia.  Samsudin Adlawi menambahkan, sinergi antara pemkab dan SMK sangat baik. Askab juga bisa mengambil peran dalam program  tersebut.

“Misalnya Askab mendata siswa SMK di desanya masing-masing. Setelah terdata, siswa-siswa tersebut bisa dilibatkan dalam program-program pelatihan atau  pembangunan yang ada di desa,”  tambahnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :