Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Satlantas Polres Situbondo Cek Jalur untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik

tol-prosiwangi-dibuka-fungsional-mulai-13-maret-2026,-satlantas-polres-situbondo-cek-jalur-untuk-antisipasi-lonjakan-arus-mudik
Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret 2026, Satlantas Polres Situbondo Cek Jalur untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo melakukan pengecekan kesiapan jalur tol di wilayah Desa Suboh, Kecamatan Suboh, Rabu (4/3).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembukaan jalur tol Prosiwangi secara fungsional guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta aspek keselamatan lalu lintas sebelum jalur tol difungsionalkan bagi para pemudik.

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan, ruas jalan tol Prosiwangi direncanakan akan mulai dioperasikan secara terbatas pada pertengahan Maret mendatang.

Menurutnya, keberadaan jalur tol tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Rencananya tanggal 13 Maret 2026 ruas jalan tol Prosiwangi ini akan dioperasikan secara fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran,” ujar Nanang.

Dia menegaskan, pengoperasian tol tersebut tidak bersifat permanen. Jalan tol hanya akan difungsikan sementara selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Pengoperasian fungsional itu diperkirakan dimulai pada H-10 Lebaran 2026 atau sekitar 13 Maret mendatang.

Menurut Nanang, kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tol ini dioperasikan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang diperkirakan meningkat hingga sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya,” tegasnya.

Antisipasi Penumpukan Kendaraan

Selain memastikan kondisi jalur tol layak digunakan, jajaran Satlantas juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan pos terpadu di sekitar pintu keluar tol. Pos tersebut nantinya akan menjadi pusat pengawasan, pengaturan lalu lintas, sekaligus tempat pelayanan bagi para pemudik.

Keberadaan pos terpadu diharapkan mampu meminimalkan potensi kemacetan, terutama di titik pertemuan antara jalur tol dengan jalan arteri nasional.


Page 2

Nanang mengakui, ketika jalur tol sudah dibuka meskipun hanya bersifat fungsional, sebagian besar pengendara kemungkinan besar akan memilih melintasi jalur tersebut karena dianggap lebih cepat dan nyaman.

Hal ini tentu berpotensi menimbulkan kepadatan di area pintu keluar tol.

“Kalau tol sudah dibuka, pengendara atau pemudik pasti memilih melintas di jalur tol. Kami memprediksi kawasan itu akan padat,” katanya.

Karena itu, pihaknya menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar.

“Kami dirikan pos terpadu di kawasan pintu keluar tol untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan arus lalu lintas,” pungkas Nanang.

Dukung Kelancaran Mudik di Jalur Pantura Timur

Keberadaan tol Prosiwangi menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

Jika difungsionalkan saat mudik Lebaran, jalur ini diproyeksikan mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur Pantura yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kemacetan saat musim mudik.

Dengan adanya jalur tol tersebut, arus kendaraan yang menuju wilayah Situbondo hingga Banyuwangi diharapkan dapat terbagi sehingga perjalanan pemudik menjadi lebih lancar dan aman.

Pihak kepolisian juga mengimbau para pemudik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan.

Langkah ini penting untuk memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Situbondo melakukan pengecekan kesiapan jalur tol di wilayah Desa Suboh, Kecamatan Suboh, Rabu (4/3).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembukaan jalur tol Prosiwangi secara fungsional guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta aspek keselamatan lalu lintas sebelum jalur tol difungsionalkan bagi para pemudik.

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan menjelaskan, ruas jalan tol Prosiwangi direncanakan akan mulai dioperasikan secara terbatas pada pertengahan Maret mendatang.

Menurutnya, keberadaan jalur tol tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Rencananya tanggal 13 Maret 2026 ruas jalan tol Prosiwangi ini akan dioperasikan secara fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran,” ujar Nanang.

Dia menegaskan, pengoperasian tol tersebut tidak bersifat permanen. Jalan tol hanya akan difungsikan sementara selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Pengoperasian fungsional itu diperkirakan dimulai pada H-10 Lebaran 2026 atau sekitar 13 Maret mendatang.

Menurut Nanang, kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tol ini dioperasikan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang diperkirakan meningkat hingga sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya,” tegasnya.

Antisipasi Penumpukan Kendaraan

Selain memastikan kondisi jalur tol layak digunakan, jajaran Satlantas juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendirikan pos terpadu di sekitar pintu keluar tol. Pos tersebut nantinya akan menjadi pusat pengawasan, pengaturan lalu lintas, sekaligus tempat pelayanan bagi para pemudik.

Keberadaan pos terpadu diharapkan mampu meminimalkan potensi kemacetan, terutama di titik pertemuan antara jalur tol dengan jalan arteri nasional.