Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Segera Appraisal Ulang, Kades Watukebo Banyuwangi Minta Jalur Baru

tol-prosiwangi-segera-appraisal-ulang,-kades-watukebo-banyuwangi-minta-jalur-baru
Tol Prosiwangi Segera Appraisal Ulang, Kades Watukebo Banyuwangi Minta Jalur Baru

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Progres pembangunan tol Prosiwangi (Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi) tampaknya mulai bergulir.

Dalam waktu dekat, proses appraisal ulang terhadap 23 hektare wilayah di sekitar Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, akan kembali digelar.

Kepala Desa Watukebo, Maimun Hariyono membenarkan terkait rencana tersebut. Proses appraisal atau penilaian angka lahan disebut akan diulang kembali.

Karena adanya jeda waktu yang cukup panjang dari proses sebelumnya. Namun, jadwal pasti untuk peninjauan ulang tersebut belum ditetapkan.

“Saya sudah dikontak langsung, dalam waku dekat akan ada appraisal ulangm karena proyek kembali dilaksanakan pada 2026,”kata Maimun.

Meski demikian, Maimun mengatakan dirinya masih berupaya mengusulkan rencana jalur (trace) baru.

Karena menurutnya salah satu alternatif jalur yang ditawarkan melewati area persawahan produktif di wilayahnya.

“Jadi ada tiga trace yang ditawarkan, salah satunya melewati area persawahan produktif. Kita usulkan agar bisa dilewatkan di kawasan yang lain,”tegasnya.

Bukan tanpa alasan, salah satu trace melewati 26 hektare sawah produktif. Padahal wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan ketahanan pangan yang sejalan dengan program nasional.

“Ini kontradiktif dengan program Presiden. Di Watukebo, sawah tinggal sekitar seratusan hektare saja. Kalau 26 hektare ini ikut masuk tol, jelas mengurangi lahan pangan. Kami berharap ada pergeseran jalur,” lanjut Maimun.

Di Watukebo sendiri sedikitnya ada 83 kepala keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan ini. Di awal mereka masing-masing sudah diappraisal oleh pihak Tol.

Sesuai dengan nilai tanah dan nilai produksi yang ada di tanah tersebut. Sehingga tidak bisa dipastikan berapa harga appraisal yang ditawarkan.

Maemun menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah dan pihak terkait.

Pembangunan fisik tol disebut-sebut baru akan mulai dilaksanakan pada 2026, menunggu finalisasi jalur dan penyelesaian proses administrasi lahan.


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Progres pembangunan tol Prosiwangi (Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi) tampaknya mulai bergulir.

Dalam waktu dekat, proses appraisal ulang terhadap 23 hektare wilayah di sekitar Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, akan kembali digelar.

Kepala Desa Watukebo, Maimun Hariyono membenarkan terkait rencana tersebut. Proses appraisal atau penilaian angka lahan disebut akan diulang kembali.

Karena adanya jeda waktu yang cukup panjang dari proses sebelumnya. Namun, jadwal pasti untuk peninjauan ulang tersebut belum ditetapkan.

“Saya sudah dikontak langsung, dalam waku dekat akan ada appraisal ulangm karena proyek kembali dilaksanakan pada 2026,”kata Maimun.

Meski demikian, Maimun mengatakan dirinya masih berupaya mengusulkan rencana jalur (trace) baru.

Karena menurutnya salah satu alternatif jalur yang ditawarkan melewati area persawahan produktif di wilayahnya.

“Jadi ada tiga trace yang ditawarkan, salah satunya melewati area persawahan produktif. Kita usulkan agar bisa dilewatkan di kawasan yang lain,”tegasnya.

Bukan tanpa alasan, salah satu trace melewati 26 hektare sawah produktif. Padahal wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan ketahanan pangan yang sejalan dengan program nasional.

“Ini kontradiktif dengan program Presiden. Di Watukebo, sawah tinggal sekitar seratusan hektare saja. Kalau 26 hektare ini ikut masuk tol, jelas mengurangi lahan pangan. Kami berharap ada pergeseran jalur,” lanjut Maimun.

Di Watukebo sendiri sedikitnya ada 83 kepala keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan ini. Di awal mereka masing-masing sudah diappraisal oleh pihak Tol.

Sesuai dengan nilai tanah dan nilai produksi yang ada di tanah tersebut. Sehingga tidak bisa dipastikan berapa harga appraisal yang ditawarkan.

Maemun menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan pemerintah dan pihak terkait.

Pembangunan fisik tol disebut-sebut baru akan mulai dilaksanakan pada 2026, menunggu finalisasi jalur dan penyelesaian proses administrasi lahan.