Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jalur Pantura Terendam Banjir, KAI Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api

jalur-pantura-terendam-banjir,-kai-hentikan-sementara-perjalanan-kereta-api
Jalur Pantura Terendam Banjir, KAI Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Gangguan ini terjadi khususnya pada petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal, akibat kondisi cuaca ekstrem.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa gangguan operasional tersebut dipicu oleh luapan air yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kendal dan sekitarnya sejak Kamis (15/1/2026) malam.

Curah hujan tinggi menyebabkan jalur rel terendam air hingga batas kepala rel serta menimbulkan gogosan atau pengikisan struktur tanah di sekitar rel.

Baca Juga: Makna Sabtu Wage 17 Januari 2026: Filosofi Ngadeg Jejeg untuk Menata Hidup yang Lurus dan Sehat

Penghentian Sementara Demi Keselamatan

Kondisi jalur yang terendam memaksa KAI melakukan penghentian sementara perjalanan kereta api dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengamanan untuk memastikan keselamatan perjalanan dan pelanggan.

“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujar Anne.

Keputusan tersebut berdampak pada pengaturan ulang perjalanan sejumlah kereta api antarkota yang melintas di jalur Pantura Jawa Tengah.

KAI menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan prosedur standar dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Hujan Deras Lumpuhkan Jalur Utara, Kereta Api ke Surabaya dan Malang Terlambat Hingga 5 Jam

Jalur Kembali Dilintasi, Kecepatan Masih Dibatasi

Setelah dilakukan penanganan intensif oleh petugas di lapangan dan seiring dengan menurunnya curah hujan, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri kembali dapat dilintasi pada Jumat dini hari.

Meski demikian, perjalanan kereta api masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Pembatasan ini diterapkan sambil menunggu proses perbaikan prasarana selesai sepenuhnya.


Page 2

KAI memastikan pemantauan terus dilakukan untuk menjamin kondisi jalur benar-benar aman sebelum kecepatan operasional kembali normal.

Baca Juga: Jalur KA Pekalongan-Sragi Lumpuh, Ini Dampaknya bagi Perjalanan Kereta Api

Dampak Keterlambatan Perjalanan Kereta Api

Akibat gangguan tersebut, tercatat sebanyak 18 perjalanan kereta api penumpang antarkota mengalami keterlambatan.

Waktu keterlambatan bervariasi, mulai dari 8 menit hingga sekitar 2,5 jam.

Keterlambatan ini terjadi karena pengaturan perjalanan serta antrean kereta yang harus menunggu jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Anne menyampaikan bahwa saat ini perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal.

Petugas KAI tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan lanjutan serta perbaikan tambahan guna memastikan layanan berjalan lancar.

Baca Juga: Derbi Rotterdam Memanas! Feyenoord Goyah, Sparta Datang dengan Mimpi Putus Kutukan

Komitmen KAI terhadap Pelayanan Pelanggan

KAI kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas ketidaknyamanan selama perjalanan.

Perusahaan juga mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses penanganan gangguan berlangsung.

Dengan upaya perbaikan berkelanjutan dan pengawasan ketat, KAI berkomitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api, khususnya di jalur-jalur rawan terdampak cuaca ekstrem.


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Gangguan ini terjadi khususnya pada petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri, Kabupaten Kendal, akibat kondisi cuaca ekstrem.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa gangguan operasional tersebut dipicu oleh luapan air yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kendal dan sekitarnya sejak Kamis (15/1/2026) malam.

Curah hujan tinggi menyebabkan jalur rel terendam air hingga batas kepala rel serta menimbulkan gogosan atau pengikisan struktur tanah di sekitar rel.

Baca Juga: Makna Sabtu Wage 17 Januari 2026: Filosofi Ngadeg Jejeg untuk Menata Hidup yang Lurus dan Sehat

Penghentian Sementara Demi Keselamatan

Kondisi jalur yang terendam memaksa KAI melakukan penghentian sementara perjalanan kereta api dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengamanan untuk memastikan keselamatan perjalanan dan pelanggan.

“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” ujar Anne.

Keputusan tersebut berdampak pada pengaturan ulang perjalanan sejumlah kereta api antarkota yang melintas di jalur Pantura Jawa Tengah.

KAI menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan prosedur standar dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Hujan Deras Lumpuhkan Jalur Utara, Kereta Api ke Surabaya dan Malang Terlambat Hingga 5 Jam

Jalur Kembali Dilintasi, Kecepatan Masih Dibatasi

Setelah dilakukan penanganan intensif oleh petugas di lapangan dan seiring dengan menurunnya curah hujan, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri kembali dapat dilintasi pada Jumat dini hari.

Meski demikian, perjalanan kereta api masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Pembatasan ini diterapkan sambil menunggu proses perbaikan prasarana selesai sepenuhnya.