sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Tol Jagorawi menorehkan sejarah penting dalam perkembangan infrastruktur transportasi nasional.
Jalan tol pertama di Indonesia ini resmi mulai beroperasi pada 9 Maret 1978, menjadi tonggak awal era jalan bebas hambatan di Tanah Air.
Hingga kini, Tol Jagorawi tetap memegang peranan strategis sebagai penghubung utama Jakarta, Bogor, dan Ciawi.
Dengan panjang mencapai 59 kilometer, Tol Jagorawi menjadi nadi pergerakan masyarakat Jabodetabek.
Setiap harinya, ribuan kendaraan melintas, baik untuk aktivitas kerja, pendidikan, hingga pariwisata.
Keberadaan tol ini juga berkontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan kawasan penyangga ibu kota, terutama di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Saat ini, Tol Jagorawi dilengkapi dengan 13 pintu tol yang tersebar di sepanjang ruas jalan.
Pintu-pintu tol tersebut meliputi Gerbang Tol Cililitan Utama, Taman Mini, Dukuh, Cibubur, Cimanggis, Gunung Putri, Kranggan, Citeureup, Sirkuit Sentul, Sentul Selatan, Bogor, Bogor Selatan, hingga Ciawi.
Keberadaan pintu tol ini memudahkan akses keluar-masuk kawasan permukiman, kawasan industri, serta destinasi wisata favorit warga Jabodetabek.
Tak hanya itu, Tol Jagorawi juga terhubung dengan sejumlah ruas tol penting lainnya melalui empat simpang susun strategis.
Simpang Susun Cawang menghubungkan Jagorawi dengan Tol Dalam Kota Jakarta dan Tol Jakarta–Cikampek.
Sementara itu, Simpang Susun Pasar Rebo dan Simpang Susun Cimanggis menjadi akses utama menuju Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
Adapun Simpang Susun Ciawi berfungsi sebagai gerbang penghubung ke Tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi), yang membuka akses lebih luas ke wilayah Jawa Barat bagian selatan.
Di sepanjang ruas tol, pengemudi juga dimanjakan dengan keberadaan lima tempat istirahat (rest area) yang memiliki karakter dan keunikan masing-masing.
Page 2
Minggu, 11 Januari 2026 | 22:30 WIB
Page 3
Rest area terbaru adalah Travoy Hub di KM 5, yang mengusung konsep pengembangan koridor tol pertama di Indonesia.
Kawasan ini terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Jabodebek Taman Mini dan berdiri di atas lahan seluas 3,6 hektare.
Travoy Hub tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan sosial.
Di dalamnya terdapat area UMKM, aneka pilihan kuliner, fasilitas park and ride, ruang terbuka hijau, hingga rencana pembangunan rumah sakit yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2025.
Rest area Cibubur Square di KM 10 A merupakan tempat istirahat tipe A yang cukup lengkap.
Fasilitas yang tersedia antara lain SPBU, pusat perbelanjaan, minimarket, ATM Center, tempat ibadah, restoran, serta layanan pijat refleksi dan spa untuk pengendara yang ingin beristirahat lebih optimal.
Sementara itu, rest area Sentul di KM 35 A dikenal sebagai surga kuliner.
Pengunjung bisa menemukan beragam pilihan makanan, mulai dari masakan khas daerah, makanan cepat saji, hingga jajanan tradisional seperti tahu gejrot dan es dawet ayu.
Rest area ini juga menyediakan layanan top up kartu tol yang memudahkan perjalanan.
Rest area Bogor di KM 38 B, yang berada setelah Simpang Susun Bogor, disebut-sebut sebagai salah satu yang paling lengkap.
Area parkirnya luas dan mampu menampung mobil maupun truk.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi minimarket, ATM Center, masjid berukuran besar, serta deretan tempat makan yang beragam.
Adapun rest area Ciawi di KM 45 A dilengkapi dengan SPBU, area parkir luas, toilet, ATM, dan berbagai restoran.
Keunikan rest area ini adalah adanya Pusat Informasi Pariwisata yang menyediakan informasi seputar destinasi wisata di Bogor dan sekitarnya, sangat membantu wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan.
Selain itu, bagi pengendara dari arah Bogor menuju Jakarta, terdapat rest area Gunung Putri di KM 21 B.








