sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengeluarkan peringatan dini cuaca kepada masyarakat.
Wilayah Bumi Blambangan diprakirakan akan diguyur hujan dengan level peringatan waspada hingga siaga mulai Sabtu (17/1) hingga Senin (19/1).
Hujan yang diperkirakan turun tidak hanya berskala ringan, tetapi berpotensi sedang hingga sangat lebat.
Kondisi tersebut seiring dengan puncak musim hujan yang saat ini berlangsung pada Januari hingga Februari.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan cuaca di Banyuwangi masih akan didominasi oleh hujan.
Hal itu dipengaruhi oleh siklus musim hujan yang kini berada pada fase puncak.
“Untuk ke depannya, Banyuwangi masih didominasi hujan, mengingat bulan ini sudah memasuki puncak musim penghujan,” ujarnya.
Menurutnya, hujan dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Banyuwangi, baik kawasan perkotaan, pedesaan, hingga wilayah perbukitan dan pesisir.
Intensitas hujan pun bervariasi, dengan potensi meningkat pada siang hingga malam hari.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Sejalan dengan peringatan dari BMKG Banyuwangi, BMKG Kelas I Juanda juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Banyuwangi.
Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi sejak Senin (11/1) hingga Selasa (20/1).
Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin (12/1), menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki puncak musim hujan.
Dalam sepuluh hari ke depan, potensi peningkatan cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin signifikan.
“Banyuwangi termasuk daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas Taufiq.
Page 2
Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung. Bahkan, pada kondisi tertentu, hujan es juga berpotensi terjadi.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem di Banyuwangi dan wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.
Di antaranya aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah, adanya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta melintasnya gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).
Selain itu, suhu muka laut yang masih cukup hangat di perairan sekitar Jawa Timur turut berperan besar dalam mendukung pembentukan awan-awan hujan dengan intensitas tinggi.
“Kondisi atmosfer lokal yang labil juga mendukung pertumbuhan awan konvektif, sehingga hujan lebat berpotensi terjadi dalam waktu singkat,” pungkas Taufiq.
BMKG mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG serta segera mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak bencana selama puncak musim hujan berlangsung. (ray)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengeluarkan peringatan dini cuaca kepada masyarakat.
Wilayah Bumi Blambangan diprakirakan akan diguyur hujan dengan level peringatan waspada hingga siaga mulai Sabtu (17/1) hingga Senin (19/1).
Hujan yang diperkirakan turun tidak hanya berskala ringan, tetapi berpotensi sedang hingga sangat lebat.
Kondisi tersebut seiring dengan puncak musim hujan yang saat ini berlangsung pada Januari hingga Februari.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ibnu Aryo, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan cuaca di Banyuwangi masih akan didominasi oleh hujan.
Hal itu dipengaruhi oleh siklus musim hujan yang kini berada pada fase puncak.
“Untuk ke depannya, Banyuwangi masih didominasi hujan, mengingat bulan ini sudah memasuki puncak musim penghujan,” ujarnya.
Menurutnya, hujan dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Banyuwangi, baik kawasan perkotaan, pedesaan, hingga wilayah perbukitan dan pesisir.
Intensitas hujan pun bervariasi, dengan potensi meningkat pada siang hingga malam hari.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Sejalan dengan peringatan dari BMKG Banyuwangi, BMKG Kelas I Juanda juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Banyuwangi.
Cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi sejak Senin (11/1) hingga Selasa (20/1).
Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, dalam keterangan tertulis yang dirilis Senin (12/1), menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki puncak musim hujan.
Dalam sepuluh hari ke depan, potensi peningkatan cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin signifikan.
“Banyuwangi termasuk daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas Taufiq.







