sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa seorang anak berusia delapan tahun berinisial AA, warga Dusun Pegundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Bocah tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Kalibaru yang berada tidak jauh dari rumahnya pada Jumat pagi (6/3).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban mandi di sungai bersama saudaranya. Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan meskipun upaya pencarian telah dilakukan oleh petugas gabungan.
Personel dari Polsek Glenmore bersama Koramil Glenmore langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Mereka melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet serta menyisir bagian tepi sungai yang memungkinkan korban tersangkut.
Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban bersama saudaranya, FN, mandi di sungai yang berada tidak jauh dari rumah mereka.
“Kedua anak itu datang ke sungai bersama bibi korban, Sumatia, 40,” jelas Budi Hermawan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, saat itu Sumatia datang ke sungai untuk mencuci pakaian. Sementara AA dan FN bermain sekaligus mandi di bagian pinggiran sungai yang lokasinya tidak jauh dari tempat Sumatia mencuci.
Situasi awalnya berjalan biasa. Namun tidak lama kemudian, FN tiba-tiba berteriak meminta pertolongan setelah melihat AA terseret arus sungai.
“Tidak berselang lama, FN berteriak minta tolong karena AA sudah hanyut terbawa arus sungai,” tutur Kapolsek.
Sumatia yang mengetahui kejadian tersebut langsung panik. Ia kemudian bergegas pulang ke rumah untuk memberitahukan kejadian itu kepada keluarga dan warga sekitar agar segera memberikan pertolongan.
Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Informasi mengenai anak hanyut itu kemudian diterima oleh pihak kepolisian beberapa waktu setelahnya.
“Sekitar pukul 10.00 kami menerima laporan, dan anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Budi.
Page 2
Kapolsek yang turut turun langsung memimpin pencarian mengatakan, petugas melakukan penyisiran di sepanjang tepi sungai.
Hal tersebut dilakukan karena kondisi arus sungai cukup deras dan medan di sekitar lokasi cukup curam.
Selain itu, keterbatasan sarana juga menjadi kendala dalam proses pencarian korban.
“Hanya ada satu perahu karet yang bisa digunakan, sedangkan arus sungai cukup kuat dan medan cukup sulit. Itu membuat proses penyisiran agak terkendala,” ujarnya.
Petugas gabungan terus berupaya menyusuri aliran Sungai Kalibaru dengan harapan korban segera ditemukan.
Selain menyisir dengan perahu, petugas juga memeriksa area-area yang berpotensi menjadi titik korban tersangkut, seperti bebatuan dan semak di sepanjang bantaran sungai.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperluas operasi pencarian.
Kapolsek Glenmore menyatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi agar membantu proses pencarian.
“Sudah kami koordinasikan dengan BPBD. Nantinya akan diteruskan ke Basarnas untuk ikut membantu pencarian,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap bocah malang tersebut masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga setempat.
Petugas berharap korban dapat segera ditemukan sehingga keluarga mendapatkan kepastian atas peristiwa tragis tersebut. (sas/sgt)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa seorang anak berusia delapan tahun berinisial AA, warga Dusun Pegundangan, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Bocah tersebut dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Kalibaru yang berada tidak jauh dari rumahnya pada Jumat pagi (6/3).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban mandi di sungai bersama saudaranya. Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan meskipun upaya pencarian telah dilakukan oleh petugas gabungan.
Personel dari Polsek Glenmore bersama Koramil Glenmore langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Mereka melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai menggunakan perahu karet serta menyisir bagian tepi sungai yang memungkinkan korban tersangkut.
Kapolsek Glenmore AKP Budi Hermawan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban bersama saudaranya, FN, mandi di sungai yang berada tidak jauh dari rumah mereka.
“Kedua anak itu datang ke sungai bersama bibi korban, Sumatia, 40,” jelas Budi Hermawan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, saat itu Sumatia datang ke sungai untuk mencuci pakaian. Sementara AA dan FN bermain sekaligus mandi di bagian pinggiran sungai yang lokasinya tidak jauh dari tempat Sumatia mencuci.
Situasi awalnya berjalan biasa. Namun tidak lama kemudian, FN tiba-tiba berteriak meminta pertolongan setelah melihat AA terseret arus sungai.
“Tidak berselang lama, FN berteriak minta tolong karena AA sudah hanyut terbawa arus sungai,” tutur Kapolsek.
Sumatia yang mengetahui kejadian tersebut langsung panik. Ia kemudian bergegas pulang ke rumah untuk memberitahukan kejadian itu kepada keluarga dan warga sekitar agar segera memberikan pertolongan.
Kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Informasi mengenai anak hanyut itu kemudian diterima oleh pihak kepolisian beberapa waktu setelahnya.
“Sekitar pukul 10.00 kami menerima laporan, dan anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Budi.







