Keluarga Korban Penusukan Laga LPI Kecewa dengan Panitia

0
286
Dimiyati, Nenek Ahmad Aditya, siswa SMAN 2 Genteng, Banyuwangi, korban penusukan suporter pada laga LPI. (Foto: timesbanyuwangi.com)

BANYUWANGI – Insiden penusukan yang menimpa Ahmad Aditya, siswa SMAN 2 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, dalam pertandingan Liga Pelajar Indonesia (LPI), membuat shock pihak keluarga. Bahkan, nenek korban, Dimiyati (72) mengaku sangat tidak terima.

Loading...

Awalnya dia mengaku akan melaporkan kejadian tersebut pada pihak Kepolisian. Namun, karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya niatan mencari keadilan untuk sang cucu akhirnya wurung.

“Tantenya Adit (panggilan Ahmad Aditya) juga ngeyel mau suruh melapokan, tapi saya pikir lagi biar sudah, nanti kalau lapor saya malah repot,” katanya, Kamis (10/8/2017).

Selain itu, Dimiyati juga menyatakan kekecewanya terhadap Satpol PP yang saat itu bertugas mengamankan laga. Dari cerita sang cucu, malah seolah menjadikan Aditya dan teman-temanya sebagai musuh.

“Cucu saya mengeluh, kalau dadanya sakit karena dipukuli Satpol PP, teman temanya juga cerita kalau ada yang dipukuli, masak begitu cara mengamankan anak-anak sekolah,” keluhnya.

Dia berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi serta panitia LPI, untuk belajar bayak dari insiden tersebut. Dengan begitu, kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi dalam laga LPI di Banyuwangi, yang mempertemukan tim SMAN 2 Genteng lawan kesebelasan SMA PGRI Cluring, di lapangan Kertosari, 5 Agustus 2017 lalu.

Siswa suporter tim SMAN 2 Genteng, Ahmad Aditya, menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan suporter lawan. Akibatnya, dia harus menjalani perawatan intensif. (timesbanyuwangi.com)

loading...