Modifikasi Hobi Utama, Ikatan Persaudaraan Makin Gila

0
85

GELAK tawa terdengar dari sebuah bengkel milik Sugik, 35, di Dusun Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Di tempat itu ada tiga orang yang terlihat sibuk memodifikasi sepeda motor Vespa milik Rama Taufik alias Karto, 17, warga setempat.

Motor Vespa yang dimodifikasi itu  dirombak total hingga berbeda jauh dari  bentuk aslinya. Karto terlihat bingung memotong besi tua untuk dirangkai ke bagian sepeda motornya. “Ini namanya sespan (bagian sepeda yang dijadikan roda tiga), sudah selesai dibuat,” kata Karto.

Karto mengaku sejak awal motor Vespa  miliknya selalu dimasukkan ke bengkel dan dimodifikasi sendiri. Untuk beberapa bagian yang tidak bisa dikerjakan, dia minta bantuan bengkel untuk membuatnya. “Dari awal sudah jutaan, soalnya banyak di rubah-rubah. Saya lupa semuanya habis berapa,” ujarnya.

Karto menjadi pencinta sepeda Vespa sudah lama. Meski kondisi mesinnya  sudah tua, tapi masih bagus jalannya setelah dilakukan serangkaian modifikasi. Motor yang dulunya terlihat manis, setelah dirubah menjadi seperti gembel. “Awalnya, saya dimarahi sama orang tua karena berbahaya. Tetapi karena hobi, saya tetap saja memodifikasi. Saya  ada dua sepeda ada yang masih utuh  dan ini,” cetus Karto sambil menunjukkan   rumahnya yang ada di depan bengkel.

Ikut menjadi club motor Vespa menurutnya banyak memberikan manfaat.  Dia bisa kenal dengan sejumlah orang dari berbagai daerah, dan bisa akrab  seperti keluarga. Dia pun bisa menghabiskan waktu-waktu tertentu bersama komunitas pencinta Vespa.

“Saya pernah  ke Bali, Ngawi, dan beberapa tempat   lain. Setiap ketemu dengan pengendara Vespa, kami seperti keluarga. Pokoknya  langsung akrab,” ungkapnya.  Dia mengaku sepeda gembel miliknya sering mogok di jalanan. Bila ada pencinta Vespa lain yang melintas, dipastikan  akan berhenti untuk membantu.

Loading...

“Itu hebatnya di club  motor Vespa, kalau  kita mogok atau ada orang mogok, pengendara Vespa lain yang melintas tanpa banyak bicara akan langsung berhenti  dan membantu, ini beda dengan kendaraan jenis lainnya. Persaudaraan di club Vespa tidak lagi diragukan,” jelasnya.

Sebagai pencinta Vespa, dirinya kerap bergabung dengan club Vespa lain. Kalau di Banyuwangi, dia kadang berkumpul  di Genteng dan Jajag, Kecamatan Gambiran. “Pernah saya ditilang polisi, tapi  mau bagaimana lagi sudah begini adanya,”  katanya.

Motor Vespa yang hanya dimiliki orang- orang tertentu, menurut Sugik, pemilik bengkel Vespa, masih memiliki spare part yang lengkap. “Banyak bengkel yang menjual spare part, kebutuhan  apa saja masih lengkap, kalau saya tidak  jualan spare part,” ujarnya.

Sebagai tukang bengkel yang menjual jasa  kepada pemilik motor, Sugik mengaku kerap meminta pada anak-anak muda untuk tidak  ugal-ugalan di jalanan. “Kalau ada yang  membetulkan kendaraan di bengkel, saya sering berpesan agar selalu hati-hati, jangan  mengganggu kendaraan lain dan tetap patuh   lalu lintas,” ungkapnya.

Dia mengaku salut pada club motor  Vespa yang memiliki persaudaraan cukup  kuat. Bila ada yang punya masalah, maka  temannya langsung mau menolong.  “Saya kira ikatan persaudaraan itu yang patut dicontoh,” katanya. (radar)

loading...