Tabrak Burung, Wajah Pria Ini Berubah Mirip Kelelawar

0
668

ahmad-lestari-di-rumahnya-di-dusun-bangunrejo-desa-bangunsarikecamatan-songgon-kemarin

Penyakit Aneh Seorang Mantan Security

SONGGON – Ahmad Lestari, 43, warga Dusun Bangunrejo, RT 1, RW 1, Desa Bangunsari, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menderita penyakit langka dan aneh. Setahun terakhir wajah dan gusi giginya mendadak bengkak. Gara-gara penyakitnya itu, pria  yang berprofesi sebagai security di salah satu perusahaan penggilingan padi itu sejak enam bulan lalu  berhenti dari pekerjaannya.

Peristiwa yang menimpa bapak dua anak itu terjadi setahun lalu. Awalnya, Lestari keluar rumah untuk berangkat kerja sekitar pukul 17. 30 ke tempat kerjanya di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, naik  motor bersama istrinya, Misiyah, 38.

Saat melintas di jalan raya Dusun Cemoro, Desa  Balak, Kecamatan Songgon, wajahnya seperti menabrak burung mirip kelelawar. Saking kerasnya benturan, motor yang dia naiki sempat oleng. “Saya berhenti sejenak dan mengusap wajah saya yang terkena binatang mirip kelelawar itu,” ujar Ahmad Lestari.

Menurut Lestari, benturan dengan burung seperti  kelelawar itu cukup keras. Saking kerasnya hingga  terasa seperti pukulan tangan dan mengenai batang  hidungnya sebelah kiri. “Saya tidak curiga dan menganggap itu biasa saja,” katanya.

Berselang seminggu, terang dia, istri dan kerabat kaget dengan perubahan fisik pada wajahnya yang  bengkak. Para tetangga juga banyak yang menanyakan  keanehan pada wajahnya itu. “Saya tidak merasa sakit,  ketika bercermin juga tidak ada yang aneh seperti  yang dikemukakan kerabat, tetangga, dan orang yang  melihatnya,” ujarnya.

Loading...

Karena merasa tidak ada kejanggalan pada wajahnya, Lestari tetap bekerja seperti biasa dengan menjadi security. Tetapi, enam bulan kemudian, dia terkejut dan baru menyadari wajahnya bengkak seperti yang  disampaikan orang. “Sebelumnya saya melihat tidak  ada yang aneh, baru enam bulan kemudian tahu  sendiri dan merasakan wajah saya bengkak dan  aneh,” katanya.

ahmad-lestari-ketika-masih-sehat

Akibat pembengkakan di sekitar wajahnya itu,  gusinya juga ikut bengkak dan perlahan giginya protol  satu per satu. Penglihatan pada mata sebelah kiri juga sedikit kabur, hidungnya susah digunakan bernapas  karena lubangnya semakin mengecil dan buntu.

Anehnya lagi, saat bercermin sendirian dilihat wajahnya sering berubah-ubah. “Saat bercermin wajah mirip kelelawar, kadang mirip tikus,” ujarnya. Atas perubahan aneh pada  wajahnya itu, Lestari sudah  berobat dengan datang ke RS   Yasmin Banyuwangi.

Namun,  tim medis di rumah sakit itu menyarankannya segera periksa  ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya.  “Saya juga pernah periksa ke Surabaya,” ungkapnya. Tidak tanggung-tanggung, saat  berobat ke RSUD dr. Soetomo,   Surabaya, itu Lestari yang di- dampingi istrinya harus bertahan hingga 25 hari lebih.

“Untuk  periksa itu kami terpaksa kos  dekat rumah sakit,” cetusnya.  Anehnya, setelah menjalani  perawatan hampir sebulan, tim  dokter yang menangani tidak  berani menyimpulkan jenis penyakitnya. Pada lembar kesimpulan, ditulis jenis penyakitnya itu samar-samar.

“Saya juga bingung jenis penyakit apa. Saat akan dioperasi radikal, saya memang menolak. Lha wong  jenis penyakitnya tidak jelas,” katanya. Setelah setahun menderita  penyakit aneh itu, kini Lestari  semakin bingung. Selain harus menahan rasa sakit, dia juga memikirkan nasib istri dan dua   anaknya. Parahnya, biaya berobat yang selama ini digunakan sebagian pinjam kepada tetangga dan kerabat.

“Saya hanya bisa pasrah. Mungkin ini ujian,” terang pria yang kelahiran Dusun Lugonto, Desa/Kecamatan  Rogojampi, itu. (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :