Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

4.888 Tenaga Honorer Banyuwangi Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

4.888-tenaga-honorer-banyuwangi-resmi-jadi-pppk-paruh-waktu
4.888 Tenaga Honorer Banyuwangi Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu

ngopibareng.id

Banyuwangi Minggu, 28 Desember 2025 14:09 WIB

Sebanyak 4.888 tenaga honorer menjadi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Surat Keputusan (SK) pengangkatan diserahkan secara resmi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di kompleks GOR Tawangalun, Banyuwangi, Minggu, 28 Desember 2025.

Ribuan honorer yang diangkat terdiri dari 1.539 tenaga guru, 259 tenaga kesehatan, serta 3.090 tenaga teknis dan administrasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah di Kabupaten Banyuwangi.

Bupati Ipuk menjelaskan, saat ini total ASN di Kabupaten Banyuwangi mencapai 15.411 orang. Terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK dan 4.888 PPPK Paruh Waktu.

Ipuk menegaskan, meski menghadapi tantangan fiskal pada 2026 karena dana transfer dari pusat ke daerah dipangkas hingga Rp665 miliar, Pemkab Banyuwangi tetap memprioritaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

“Pembangunan tidak boleh meninggalkan satupun manusianya, termasuk para PPPK,” katanya.

Mulai 1 Januari 2026, sambung Ipuk, para PPPK Paruh Waktu akan menerima penghasilan bulanan tetap dengan besaran yang jelas, setelah sebelumnya banyak honorer hanya menerima honor sukarela tanpa kepastian.

“Semoga ini membawa berkah bagi Bapak Ibu sekalian dan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Layanan Tabungan dan Asuransi Pensiun (TASPEN) Jember sebagai penyelenggara Jaminan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menjamin perlindungan sosial dan jaminan hari tua bagi PPPK.

“Kami ingin Bapak Ibu bekerja dengan tenang, mengabdi dengan rasa aman, dan menatap masa depan dengan harapan,” tegasnya.

Baca Juga

Salah satu yang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu adalah Mislatin, 57 tahun. Dia sudah 28 tahun menjadi tenaga administrasi di Puskesmas Singotrunan. Dia menangis haru sesaat setelah menerima SK pengangkatan sebagai Pegawai PPPK Paruh Waktu. Sebelum diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu perempuan yang akrab dipanggil Rehana ini tidak memiliki status pasti dan tanpa penghasilan tetap.

“Terima kasih, siang ini Rehana bisa senyum. Anak-anak Rehana juga bisa tersenyum semuanya. Ya Allah, terima kasih Emakku tercinta, Bupati ujung tombak Banyuwangi,” kata Mislatin sambil meneteskan air mata saat diajak berbincang Bupati Ipuk.

Senada, Nandang Prihatining Tyas, 32 tahun, bidan Tenaga Latihan Kerja (TLK) di Puskesmas Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Dia sudah bertahun-tahun mengabdi di wilayah pelosok selatan Banyuwangi akhirnya berbua h kepastian status.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati atas amanah yang diberikan kepada kami untuk diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu. Semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan dedikasi dan tanggung jawab,” ujarnya.