Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Jemaah Haji 2026 Akan Konsumsi Beras Haji Nusantara, Pemerintah Siapkan 2.280 Ton Beras Premium

jemaah-haji-2026-akan-konsumsi-beras-haji-nusantara,-pemerintah-siapkan-2.280-ton-beras-premium
Jemaah Haji 2026 Akan Konsumsi Beras Haji Nusantara, Pemerintah Siapkan 2.280 Ton Beras Premium

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah mulai mematangkan skema pemenuhan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Salah satu terobosan yang disiapkan adalah program “Beras Haji Nusantara”, yang akan menjadi sumber pangan utama jemaah selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Program tersebut diperkenalkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan kebutuhan konsumsi jemaah haji tidak hanya tercukupi dari sisi kuantitas, tetapi juga terjamin kualitas dan cita rasanya, dengan mengedepankan produk pertanian dalam negeri.

Kebutuhan Beras Capai 2.280 Ton

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat, total kebutuhan beras untuk musim haji 2026 diperkirakan mencapai 2.280 ton.

Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 205.420 orang, yang terdiri dari jemaah haji reguler dan petugas haji.

Perhitungan kebutuhan dilakukan berdasarkan frekuensi makan jemaah selama masa operasional haji, yakni 78 kali makan di Makkah, 27 kali makan di Madinah, serta 6 kali makan di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Kebutuhan beras ini dihitung secara detail agar tidak terjadi kekurangan pasokan selama jemaah berada di Tanah Suci,” jelas Menhaj.

Dorong Beras Premium Indonesia Masuk Dapur Haji

Lebih jauh, pemerintah menargetkan jemaah haji Indonesia dapat mengonsumsi beras produksi dalam negeri dengan spesifikasi premium.

Selama ini, dapur penyedia layanan konsumsi haji di Arab Saudi umumnya menggunakan beras impor dari negara lain.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara,” ujar Menhaj.

Ia menambahkan, Beras Haji Nusantara yang disiapkan memiliki kriteria beras premium jenis long grain, dengan tingkat pecahan atau broken maksimal 5 persen.

Standar tersebut dinilai mampu menghasilkan nasi yang pulen dan sesuai dengan selera mayoritas jemaah Indonesia.

Saat ini, harga beras impor yang digunakan dapur layanan haji di Arab Saudi berada di kisaran 150 riyal Saudi (SAR) per 40 kilogram, atau setara Rp16.824 per kilogram.


Page 2


Page 3

Melalui program Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga beras asal Indonesia bisa ditekan hingga sekitar Rp16.000 per kilogram saat tiba di dapur layanan.

Standardisasi Menu Jemaah

Selain aspek pasokan beras, program Beras Haji Nusantara juga diarahkan untuk mendukung standardisasi menu konsumsi jemaah haji. Pemerintah telah menyusun komposisi menu yang lebih terukur untuk setiap kali makan.

Dalam skema tersebut, jemaah direncanakan menerima 170 gram nasi, 80 gram lauk, 75 gram sayuran, serta air mineral dan pelengkap lainnya pada setiap waktu makan.

Standardisasi ini diharapkan dapat menjaga kecukupan gizi jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah yang menguras fisik.

Kemenhaj mengakui, pelaksanaan program Beras Haji Nusantara tidak lepas dari sejumlah tantangan.

Salah satunya terkait mekanisme pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang harus melalui penugasan Rakortas tingkat Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Selain itu, terdapat tantangan penyesuaian kualitas beras, dari yang selama ini didominasi beras medium menjadi beras premium sesuai standar yang ditetapkan.

“Untuk menyukseskan rencana ini, kami akan segera melakukan beberapa langkah konkret,” tegas Menhaj.

Langkah tersebut antara lain dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Beras Haji Nusantara yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah juga akan mewajibkan penggunaan beras Indonesia bagi seluruh dapur penyedia layanan konsumsi haji melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH).

Koordinasi dan Subsidi Harga

Pemerintah juga tengah menyiapkan koordinasi lanjutan terkait mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Haji, yang akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Presiden.

Termasuk di dalamnya pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk mendukung skema subsidi harga.

“Nantinya pemerintah akan menetapkan harga yang kompetitif agar bisa diterima oleh ekosistem dapur di Arab Saudi,” tandas Menhaj.

Promosi Komoditas Nasional

Lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan konsumsi, program Beras Haji Nusantara diharapkan menjadi etalase promosi komoditas pertanian Indonesia di tingkat internasional.

Dengan digunakannya beras Indonesia secara masif di layanan haji, pemerintah optimistis citra dan daya saing produk pangan nasional akan semakin meningkat.